SURABAYAONLINE.CO – Kamu sering mengalami kesulitan ketika belajar? Seperti susah ngerti sampai hilang fokus? Coba dehh terapin teknik pembelajaran ini. Namanya Teknik Feynman, metode pembelajaran ini diturunkan dari pemikiran fisikawan Richard Feynman. Nah, cara belajar Teknik Feynman ini diketahui dari buku biografi Richard Feynman berjudul “Genius: The Life Sciences of Richard Feynman” oleh James Gleick.
Inti dari teknik ini adalah melibatkan pemikiran sederhana untuk memahami suatu konsep maupun permasalahan yang cukup rumit untuk dipahami. Yang salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan pencarian celah ketidakpahaman dari konsep yang akan dipahami.
Hal pertama yang harus dilakukan tentu saja adalah memilih apa konsep atau pembelajaran yang mau kamu pelajari C-friends! Setelah itu, cobalah untuk mempelajari konsp tersebut sesuai dengan cara dan gaya kamu.
Cobalah dengan segera mengambil secarik kertas, lalu tuliskan apa konsep atau pembelajaran yang mau dipelajari di bagian atas. Lalu, tuliskan semua hal yang kamu ingin tahu dari subjek tadi seolah-olah kamu akan mengajarkannya pada seorang anak kecil, bukan teman sebaya kamu yang sama-sama cerdas.
Langkah yang kedua dari Teknik Feynman ini cukup menantang nih! Karena kamu harus mencari cara bagaimana kamu dapat menjelaskan konsep yang kamu peajari kepada anggap saja anak SD kelas 6. Nah, di proses ini kita bisa tahu nih bagaimana sebenarnya pemahaman kita terhadap konsep tersebut dan apakah penjelasan yang kita sampaikan ke anak tadi sudah cukup sederhan dan jelas untuk dipahami.
Nah, jika dari tahap kedua tadi orang yang kamu jelaskan tadi tidak atau kesulitan dalam memahami penjalasan konsep yang sudah kamu pelajari, maka bisa dikatakan jika kamu belum sepenuhnya memahami konsepnya. Dari celah ketidak pahaman tadi, kamu bisa kembali memperdalam pemahaman kamu disana. Entah itu kembali membuka sumber belajarmu, mempelajari materinya kembali, hingga menemukan istilah sederhana untuk menjelaskannya.
Dengan mengidentifikasi batasan pemahaman kamu, juga akan membatasi kesalahan yang mungkin kamu buat sekaligus meningkatkan peluang sukses dalam menerapkan pengetahuan tersebut. (Windi)


