Jepang Punya PM Baru Menggantikan Shinzo Abe

SURABAYAONLINE.CO – Parlemen Jepang secara resmi memilih Fumio Kishida sebagai perdana menteri (PM) Senin (4/10). Kishida, kini menjadi PM ke-100 menggantikan Yoshihide Suga yang menjabat sebelumnya.

“Kamar ini menunjuk Tuan Fumio Kishida sebagai perdana menteri,” kata Ketua Majelis Rendah Parlemen Jepang Tadamori Oshima, dikutip dari AFP.

Kishida sendiri membungkuk kepada sesama anggota perlemen setelah pemungutan suara. Ia sendiri menang 311: 124 suara dari oposisi, Yukiop Edano.

Kemenangan Kishida sudah diprediksi pasca terpilihnya dirinya sebagai pemimpin partai berkuasa Jepang Partai Demokrat Liberal (LDP). Suga, juga sebelumnya menjadi Ketua LDP sebelum akhirnya mengundurkan diri.

“Saya ingin menghadapi tantangan dengan kemauan kuat dan tekad untuk menghadapi masa depan.””Saya piker ini akan menjadi awal baru, dalam arti sebenarnya,” ujar Kishida.

Kishida disebut akan mengumumkan kabinet barunya. Namun rinciannya belum dilaporkan.

Pastinya sejumlah nama tetap dipertahankan. Media lokal menyebut, di antaranya Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi dan Menteri Pertahanan Nobuo Kishi.

Kabinet juga akan memasukkan tiga perempuan sebagai menteri. Salah satunya Seiko Noda, yang akan bertanggung jawab pada masalah menurunnya angka kelahiran di Jepang.

“Kabinet Kishida bertujuan seimbang, dengan pertimbangan apa yang diberikan faksi-faksi besar, anggota parlemen muda, dan negara-negara tetangga,” tulis Kepala Ekonom SMBC Nikko, Junichi Makino, dalam sebuah catatan.

“Ini adalah jenis formasi kabinet yang mencerminkan Kishida sekali, bekerja tanpa membuat musuh.”

Dikutip dari Kyodo News, pria kelahiran 29 Juli 1957 ini pernah menjabat sebagai kepala kebijakan LDP dan memimpin faksi liberal yang beranggotakan empat mantan perdana menteri Jepang. Ia juga merupakan anggota parlemen generasi ketiga yang memiliki reputasi di antara rekan-rekan politisinya karena bersikap tenang dan jujur.

Sebagai menteri luar negeri di bawah kepemimpinan mantan PM Shinzo Abe, Kishida pernah bertanggung jawab untuk mencapai kesepakatan dengan Korea Selatan (Korsel) pada tahun 2015. Ia mencoba menyelesaikan masalah “wanita penghibur” dikenal dengan jugun ianfu, yang bekerja di rumah bordil militer Jepang pada masa perang dunia.

Kishida adalah pendukung perlucutan senjata nuklir dan membantu mewujudkan kunjungan Presiden AS Barack Obama pada 2016. Kishida bekerja di bank sebelum terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 1993.