SURABAYAONLINE.CO, Malang (Jatim) – Menjaga harga pasar tetap kompetitif Kelompok tani daerah Pujon Kabupaten Malang berkerjasama dengan E Pasar Kadin kota Malang dan lembaga perbankan beberapa waktu yang lalu melakukan program yang bertajuk “Kelompok Tani Sambang Pasar” yang mendatangi pasar-pasar tradisional yang ada di Malang dengan membawa langsung produknya untuk diperkenalkan pada pelaku usaha dipasar tersebut.
Tidak cukup hanya menunjukan kualitas barang namun mereka juga langsung membuka jaringan pemasaran dengan jaminan harga yang cukup kompetitif sesuai dengan nilai pokok barang sehingga para pelaku pasar bisa menjual kembali pada masyarakat selain juga mereka telah mengemas (Packing) produk pertanian tersebut dengan cantik seperti kemasan yang beredar di pasar modern atau supermarket.
Menurut Dicky Sulaiman, Wakil Ketua bidang Perdagangan dan Distribusi KADIN Kota Malang (8/06/2021) yang kami temui dirumahnya mengatakan,
“Packing cantik berlaku untuk semua pangsa pasar atau kita berusaha bersama-sama membangun mindset standar layanan yang sama kepada pasar bahwa di pasar konvensional yang dianggap low end pun bisa diperlakukan layanan seperti di supermarket modern yang dianggap high end dan targetnya adalah membuat “senyum” para pelanggan yang notabene mereka kebanyakan adalah ibu-ibu.
Selain itu program sambang pasar kelompok tani adalah terbangunnya silahturahmi dan komunikasi antara pedagang pasar(retailer) dan petani (suplier),kedua membuka jaring pemasaran mutualis , efisien dan terukur,ketiga memperkenalkan aplikasi E-pasar yang merupakan salah satu solusi aktif bagi transformasi pola transaksi konvensional ke digital.
Harga merupakan langsung domain kelompok tani atau petani e-pasar dan KADIN hanya fasilitator etalase digitalnya saja karena melihat situasi saat ini yang bisa dikategorikan adalah situasi yang ekstra ordinari karena pandemi akan tetapi masalah ini jangan menjadikan frustrasi ekonomi atau pupusnya harapan untuk berkembang.
Tetapi justru merupakan momentum bagi kita secara kreatif dan aktif bergerak bersama untuk saling menjaga dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat khususnya pemenuhan kebutuhan gizi secara merata, mudah dan terjangkau yang berarti dapat merupakan peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat yang belum berpenghasilan tetap untuk dapat mengambil peran dalam distribusi, perdagangan dan derevasi produk turunan lainnya karena petani bersedia mensuplai bahan dasarnya.
Disisi lain kita juga mengajak mitra perbankan bersama kami mendampingi proses transaksi perdagangan dimana 99% mereka adalah pelaku UKM sektor riil yang saat ini berperan sangat penting dalam pemulihan ekonomi daerah dan nasional. Dengan melibatkan langsung petani dalam penetapan harga dan distribusi membuat harga jauh lebih kompetitif karena kita tahu di lapangan masih sangat dipengaruhi oleh harga yang ditetapkan para tengkulak,perantara,makelar produk strategis petani selain juga untuk memotong atau memperpendek rantai distribusi karena selama ini.
Seringkali masyarakat dipermainkan tentang ketersediaan produk strategis tertentu disebakan oleh terbatasnya komunikasi juga informasi tentang demand dan suplai sehingga sangat mudah dijadikan komoditi untuk permainan harga di kawasan-kawasan tertentu hingga harga barang menjadi sangat tinggi sementara didaerah lain barang yg sama berlebihan produksinya tetapi tidak terserap pasar sehingga harga jatuh,” pungkasnya
(Hermin/Red)


