Keluarkan SE Larangan Mudik Lebaran 2021, Destinasi Wisata di Sumenep Juga Ikut Ditutup

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Menindak lanjuti peraturan larangan mudi lebaran 2021, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengekuarkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah

Pemerintah setempat beralasan hal itu dilakukan sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19. Menurut Bupati Sumenep Ach Fauzi mengatakan, kendati saat ini penyebaran Covid-19 di Indonesia dan Kabupaten Sumenep secara khusus sudah mulai melandai berdasarkan data paparan harian

Kendati demikian, Pemkab Sumenep secara tidak mau sampai terlena dan lengah. Untuk itu pihaknya melakukan langkah-langkah preventif agar tidak terjadi bencana lonjakan paparan Covid-19 atau munculnya klaster lebaran

“Pemberlakuan SE ini dimulai sejak 22 pril sampai 24 Mei 2021. Maka pelarangan mudik secara resmi diberlakukan,” katanya saat memberi sambutan pada apel persiapan larangan mudik di Mapolres Sumenep.

Tak hanya itu, Pemkab Sumenep juga resmi melakukan penutupan semua destinasi wisata. Padahal biasanya setelah lebaran tempat-tempat wisata penuh dijejali wisatawan lokal

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Bambang Irianto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Imam Buchari, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, Hingga kini belum ada himbauan dibukanya destinasi wisata di Sumenep juga belum ada

“Selama pandemi masih berlangsung, secara resmi tidak ada pembukaan tempat pariwisata,” terangnya. Senin (26/4/21)

Memang kata Imam, seiring berjalannya waktu dan perkembangan situasi pandemi Covid-19 tahun 2021, Disparbudpora Sumenep melalui Bidang Pariwisata berencana membuka kembali beberapa destinasi wisata yang ada, pada lebaran hari ke tujuh

“Dulu kita rencanakan setelah lebaran di pantai Slopeng akan dibuka. Namun rentan waktu dari vaksinasi dan selanjutnya itu kemungkinan grafik penyebaran Covid-19 akan melandai. Namun skema waktu itu dibuka setelah lebaran ketupat,” urainya.

Sebenarnya, destinasi wisata boleh kembali beroprasi dengan catatan surat rekomendasi oleh Tim Satgas Covid-19 Sumenep dan mengikuti protokol kesehatan. Pihaknya juga mengaku enggan melakukan manuver kebijakan pembukaan demi mendongkrak ekonomi sektor pariwisata, akan tetapi menempatkan masyarakat dalam ancaman paparan Covid-19, seperti yang terjadi dibeberapa negara belakangan ini

“Tapi jika tim Satgas Covid-19 tidak memberikan peluang, kami tidak memberanikan diri untuk membuka, apalagi saat ini Indonesia mengaca pada India yang kembali melonjak kasus sebaran Covid-19, yang semula landai lalu kemudian bertambah lagi,” pungkas Imam mencotohkan.

Imam kemudian sedikit mengulas rangkain kebijakan penutupan destinasi wisata pada sebelumnya. pada tahun 2020 lalu, jika ada salah satu destinasi wisata yang hendak dibuka harus mengajukan surat permohonan secara resmi kepada tim satuan tugas (Satgas) Covid-19.

Namun seiring dengan kebijakan pusat dalam meningkatkan kewaspadaan wabah non alam pandemi Covid-19, maka ada penetapan kembali tentang protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Akan tetapi di Kabupaten Sumenep belum diberlakukan pada sektor industri pariwisata

“Upaya pada penerapan new normal itu malah tidak berlanjut. Sehingga sampai sekarang tidak ada secara resmi wisata dibuka,” kata Imam. Thofu