Alit Indonesia Kirimkan Donasi dan Buka Posko Trauma Healing untuk Anak dan Perempuan NTT

Surabayaonline.co | Surabaya – Alit Indonesia, yayasan perlindungan anak yang berbasis di Surabaya, bekerja sama dengan Resimen Artileri 2 Pasmar 2 Korps Marinir mengumpulkan dan mengirimkan donasi bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana alam Slikon Tropis Seroja.

Hingga rilis ini dibuat, donasi yang terkumpul berupa 400 kilogram beras, 33 dus mi instan, empat dus minyak goreng, 50 dus sarden, satu dus kecap manis, 33 dus pakaian dan sepatu layak pakai, lima dus sabun cuci pakaian, satu dus hand sanitizer, tujuh dus perlengkapan mandi, satu dus pembalut, dua dus selimut, serta dua dus susu, dan sepuluh tray telur puyuh.

Seluruh donasi yang datang dari masyakarat ini, baik pribadi maupun organisasi seperti GKI, GRII, dan dari Keluarga Besar ALIT Indonesia sendiri, akan diberangkatkan dari Surabaya dengan KRI Koarmada II TNI AL.

Dalam serah terima barang-barang donasi dari Alit Indonesia pada Jumat (9/4/2021), Kolonel Marinir Aris Budiadi, S.Pi., M.M. menyatakan bahwa gerakan ini dilakukan dengan mengorganisir bantuan dari wilayah-wilayah lain, “Donasi dikumpulkan dari para anggota dan juga mengetuk hati masyarakat lain untuk tergerak membantu. Di Surabaya, salah satunya kami bekerja sama dengan Alit Indonesia. Gerakan ini menjadi salah satu misi kami untuk menguatkan bangsa.”

Sementara itu, Program Manager Alit Indonesia, Rakai Kurmavatara menceritakan bahwa Alit Indonesia terus berkomitmen pada gerakan kemanusiaan. “Tanpa mengurangi perhatian bagi wilayah lain, Nusa Tenggara Timur adalah rumah kedua bagi ALIT yang berpusat di Surabaya. Kami memiliki wilayah dampingan di NTT. Ketika bencana terjadi, kami langsung berkomunikasi dengan Bupati Flores Timur dan stakeholder wilayah lain. Saat ini Team ALIT yang di Maumere bergerak ke Flores Timur. Mereka ikut membantu saudara-saudara di sana dan mendirikan posko untuk trauma healing bagi anak-anak dan perempuan.”

Nusa Tenggara Timur diterpa bencana sejak Minggu (4/4/2021) lalu, menyebabkan sepuluh wilayah terkena angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor. Dilaporkan puluhan orang meninggal dunia, luka-luka, dan dinyatakan hilang, sementara ratusan lainnya harus mengungsi. (*)