SURABAYAONLINE.CO,Blitar- Jelang pelaksanaan Pilkada 2020 serentak (9/12), Polres Blitar Kota bersama team Anti Politik Uang melakukan razia serentak pada (Minggu 6/12) malam di sejumlah penginapan, rumah rumah kos kosan dan beberapa hotel.
Hal tersebut seperti yang di sampaikan Kapolres Blitar Kota AKBP.Leonard M.Sinambela SH S.IK MH melalui Kasat Reskrim AKP.Ardi Purboyo S.IK SH dilakukannya operasi dengan sasaran rumah rumah kos, penginapan dan Hotel, karena di sinyalir rawan dijadikan tempat menginap para botoh (para penjudì) yang biasanya datang dari luar daerah.
“Seperti perintah Bapak Kalolres malam ini kita melakukan razia gabungan dari unsur TNI dan Satpol.PP Kota Blitar dengan merazia tempat tempat penginapan,rumah rumah kos termasuk hotel, dalam hal ini kami lakukan untuk mencegah adanya money politics, perjudian, dan apa pun bentuknya yang berpotensi mengganggu jalannya Pilkada, juga stabilitas keamanan.” Tegas Kasat Reskrim AKP Ardy Purboyo pada wartawan (Senen 7/12).
Sementara yang diubek-ubek oleh Tim Anti Politik Uang ada tujuh sasaran baik di Hotel maupun di rumah rumah kos kosan.
Tampaknya puluhan petugas gabungan tersebut belum menemukan adanya indikasi para penjudi (botoh) yang di temukan.
“Kita belum menemukan adanya indikasi para botoh, hal ini kita surut di sini saja, tetap akan awasi dan selidiki, tetapi kita hanya menemukan beberapa pasangan bukan Suami Istri juga kita temukan puluhan botol miras, di beberapa Hotel, dan rekan rekan razia ini akan terus kami lakukan di seluruh wilayah hukum Polres Blitar Kota, sehingga situasi betul betul Kondusif seperti saat ini.” terang perwira polisi yang gemar masakan nasi pecel ini.
Untuk diketahui Kapolres Blitar Kota AKBP.Leonard M Sinambela telah membentuk Satgas anti-politik uang yang beranggotakan seluruh penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota. Mereka disebar di seluruh wilayah hukum Polres Blitar Kota yang meliputi enam kecamatan di Kabupaten Blitar dan tiga kecamatan di wilayah Kota Blitar. Ari


