Surabayaonline.co -Setelah mendengarkan kata penutupan yang disampaikan oleh paslon walikota Machfud Arifin- Mujiaman, bahwa “akan berada di depan untuk.menjaga keberagaman Surabaya”, warga Tionghwa semakin mantap untuk memilih paslon Machfud Arifin -Mujiaman.
Darwin, warga Tionghwa, RT 11/ RW 008, Sutorejo Surabaya, menyampaikan bahwa masalah yang saat ini dihadapi warga Tionghwa yang pertama adalah intolerasi.
“Dua tahun lalu di Surabaya ada teror bom, yang di bom adalah Gereja” kata Darwin
Baca Juga
Serangan bom di tiga gereja Surabaya: Pelaku bom bunuh diri ‘perempuan yang membawa dua anak’
“Saat bom gereja dua tahun lalu (Machfud Arifin sebagai.Kapolda Jatim -red) segera bisa diatasi secara cepat, meskipun undang -undang anti terorisne belum keluar (UU perubahan -red)” kata Darwin.
Dengan fakta tersebut membuktikan Machfud Arifin -Mujiaman mampu mengatasi gerakan radikal dan intoleran.
Masalah ke dua adalah surat ijo, seperti diketahui banyak tempat ibadah seperti Gereja dan Vihara berada di tanah “pethok ijo”
Baca juga :
Pejuang Surat Ijo Mengadu Ke Presiden
“Untuk tempat ibadah yang berada di wilayah surat ijo, masih ditarik restribusi, tentu ini memberatkan, disamping itu mestinya tempat ibadah bebas dari restribusi” ujar Darwin
Untuk surat ijo, Machfud Arifin -Mujiaman mempunyai langkah yang mudah untuk dimengerti, minimal mengurangi beban yaitu membebaskan biaya restribusi, ini adalah pemikiran yang tidak pernah dipikirkan oleh walikota sebelumnya, termasuk paslon Erji.
“Menghapus restribusi sebagai langkah pertama, ini akan mengurangi beban pengeluaran tempat ibadah” kata Darwin
Terakhir adalah pengurusan surat ijin, meskipun saat ini mengurus surat ijin secara online, namun tetap sulit dan mengeluarkan biaya.
“Sebagian warga Tionghwa itu adalah pengusaha, saat ingin mengurus surat ijin, ternyata masih sulit dan membutuhkan biaya” kata Darwin.
Dari tiga masalah yang dihadapi oleh warga Tionghwa, maka warga Tionghwa seperti Darwin yakin bahwa Machfud Arifin -Mujiaman mampu untuk mengatasi masalah- masalah tersebut
Malam itu warga Tionghwa dan pengemudi OJOL Surabaya barat berkumpul guyub di Posko Pemenangan Jaman Jawa Timur. Mereka membuat Deklarasai bersama untuk memilih paslon nomor urut 2, setelah nonton bareng debat publik antar paslon melalui siaran langsung dari KPU, di Bukit Darmo Golf Surabaya Sabtu malam (5/12/20)
Pada akhir acara, tiba- tiba para hadirin dikejutkan dengan kehadiran rombongan Mujiaman di Posko Jaman Bukit Darmo Golf.
“Loh tadi baru saja selesai debat publik, sekarang kog sudah muncul diposko” kata salah seorang peserta nonton bareng
Mujiaman dalam kesempatan itu mengucapkan rasa terimakasihnya atas dukungan Jaman dan kepada seluruh warga Surabaya.
“Mohon dalam tiga hari kedepan tidak melakukan segala sesuatu yang dapat merugikan apa yang telah kita capai saat ini” kata Mujiaman.
Disamping itu, Mujiaman menghimbau warga untuk datang ke TPS tanpa takut tertular Covid 19.
“TPS telah melaksanakan prosedure kesehatan untuk mencegah penularan Covid 19” kata Mujiaman (adsut)


