Surabayaonline- Salah satu warga mewanti agar tidak disebutkan namanya berikut RT/RW dimana dia tinggal, karena takut di “Fahrul Suganda kan”, Dia menyebutkan bahwa 80 persen warga Wonokromo pilih Machfud Arifin -Mujiaman
Baca Juga :
Polemik, pemecatan anggota PMK di Surabaya akibat pilihan politik
“RW 2, RW 3, RW 5, RW 6 dan RW 8 sudah dipastikan pilih Machfud Arifin -Mujiaman” kata Dia.
Lebih lanjut kata Dia, bahwa Machfud Arifin -Mujiaman (MAJU) dipilih warga karena programnya merakyat.
“Programnya itu memperhatikan orang kecil, contoh BLT Rp 1 juta / KK dan sembako murah” kata Dia
Kemudian, masih lanjut Dia, bahwa Kampung- kampung diperhatikan dan diprioritaskan.
“Ada dana Rp 150 juta per RT, jadi kita bisa menentukan apa yang perlu kita bangun, sesuai dengan kebutuhan kita” jelas Dia.
Warga Wonokromo juga sangat kecewa dengan surat edaran Bu Risma yang berisi ajakan untuk memilih paslon sebelah. Karena hal ini membuktikan bahwa Risma dinilai tidak adil, tidak bisa mengayomi seluruh warga, terlebih dari itu, tindakan Risma sama dengan Fahrul karyawan Damkar yang di PHK, namun dengan tingkat yang lebih luas dan dahsyat.
“Ada karyawan Damkar yang di PHK (Fahrul Tenaga OS Dinas PMK -red) karena alasan tidak netral, ternyata Bu Risma sendiri justru berbuat sama, namun tingkatnya se Surabaya, yaitu dengan menerbitkan surat untuk warga, mengajak mencoblos pasangan Erji dan menyebarkan surat tersebut kemana- mana” ujar salah satu warga, yang juga wanti-wanti namanya tidak ingin disebutkan.
Mulyadi SH, ketua Jaman dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Jaman sudah melaksanakan sapa warga dan sosialisasi program Maju di puluhan titik di Surabaya.
“Jadi nanti kalo Machfud Arifin -Mujiaman, jadi walikota, kemudian program yang disebutkan tadi tidak direalisasikan maka cari Jaman, nanti akan kami realisasikan” kata Mulyadi yang langsung disambut tepuk tangan, Kamis malam (3/12/20), di RW 2 Kel. Wonokromo
Sementara untuk Mujiaman, calon wakil walikota Surabaya memberikan penekanan pada program MAJU yaitu pada bantuan dana Rp 150 juta per RT.
“Misal, RW 2 ada 10 RT, maka dananya yang didapat adalah Rp 1.5 Miliar, silakan dikola, sehingga dana tersebut tetap berputar di kampung ini” kata Mujiaman
Tidak berhenti sampai disini, karena dana bantuan RT ini akan dikucurkan setiap tahun, sehingga dana yang berputar di kampung tersebut bertambah semakin banyak (Adsut)


