Wartawan Mujahid itu Pergi Saat Dakwah

SURABAYAONLINE.CO – Wakil Sekretaris Jenderal Serikat Tani Islam Indonesia (STII), Nurbowo, Rabu (1/12/2020) dinihari meninggal dunia saat Safari Dakwah di Pulau Sumatera.

Sejak kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), Nurbowo gemar berorganisasi. Menurut sahabat dekatnya, Nuim Hidayat, almarhum punya riwayat penyakit jantung. Namun, karena semangat dan dedikasinya, pria kelahiran Wonosobo, 29 Februari 1968 tak pernah mempedulikan kesehatan tubuhnya.

“Almarhum Nurbowo suka melucu. Guyonannya mengingatkan kita pada tokoh A.M Saefudin. “Leluconnya cerdas,” demikian kesaksian Nuim.
Sebulan lalu, Nurbowo mendampingi Ketua Umum DDDI yang baru, Dr Adian Husaini, berkunjung ke Jawa Timur. Almarhum bertanya ke Nuim Hidayat, kenapa tidak ikut ke Jawa Timur?

Dalam waktu hampir bersamaan, tiga pekan lalu, giliran Nuim ke Jawa Timur. Berkunjung ke Pondok Pesantren Elkisi di Trawas Mojokerto. Almarhum Nurbowo kirim pesan WA ke Nuim. Isinya: “Kenapa buru-buru balik ke Depok?”

Nuim menyimpulkan, almarhum ingin bertemu dengan dirinya. Karena lima tahun lalu Nurbowo dan Nuim sama-sama mengunjungi Ponpes Elkisi Mojokerto. Sampai ada kabar, Nurbowo melanjutkan Safari Dakwah ke Pulau Sumatera dan datang kabar duka itu Rabu dinihari.

“Saya dapat kabar, almarhum meninggal dunia dalam senyuman. Beliau, kapan pun dan di mana pun selalu menebar senyum,” jelas Nuim Hidayat.

Di organisasi DDII Pusat, Nurbowo menduduki posisi Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi.
Ini sesuai dengan bakat dan kemampuannya sejak lama di bidang jurnalistik.

Dimulai dari Majalah Dompet Dhuafa dan kemudian ke Tabloid Abadi.
Tabloid Abad adalah media punya DPP Partai Bulan Bintang yang penerbitannya disokong Dahlan Iskan.
Di awal reformasi, Dahlan Iskan memang suka jadi sponsor penerbitan tabloid partai.
Sayangnya Tabloid Abadi tidak berumur panjang. Itu sebabnya, bersama Hadi Mustofa, mantan Wartawan Republika, almarhum menerbangkan Tabloid Khairul Bayan.
Setelah tabloid ini wafat, Nurbowo merintis Tabloid Tazakka milik Laznas Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat.

Di tabloid ini, almarhum yang begitu peduli pada pemikiran Islam menjabat Pemimpin Redaksi.

Saat memegang kendali Tabloid Tazakka inilah almarhum Nurbowo sering berkeluh-kesah soal sulitnya mencari wartawan yang bermutu. Apalagi wartawan untuk majalah.( Yami Wahyono)