Mahasiswa Uinsa Surabaya Hadiahi Bupati Sambari Sapu Lidi

SURABAYAONLINE.CO-Lima mahasiswi yg tergabung dalam TCC-Trash Control Community sampaikan lima usulan pengendalian sampah plastik di Gresik. “Temuan kami membuktikan bahwa Pemkab Gresik gagal kendalikan timbunan sampah plastik, terutama di bengawan solo dan Brantas Hilir,” ungkap Ziadatur Rizqiah koordinator research TCC Senin (7/8),.

Lebih lanjut mahasiswi Biologi semester V Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini menjelaskan bahwa selama bulan Agustus dilakukan inventarisasi timbulan sampah di Bengawan Solo kecamatan Bungah, Sidayu dan Ujungpangkah sedangkan untuk wilayah Brantas sampling dilakukan di Wringinanom dan Driyorejo dan ditemukan lebih dari 54 timbulan sampah disempadan sungai.

Sempadan sungai adalah daerah lindung dan ada larangan keras menjadikan sempadan menjadi tempat sampah,” ungkap Ziadatur. Lebih lanjut mahasiswi asal sidayu ini mengusulkan agar Bupati Gresik memprioritaskan penanganan sampah plastik dengan membentuk relawan pengontrol timbulan sampah plastik dan memberlakukan patroli sungai serta membuat regulasi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai seperti tas kresek, botol minum plastik, sachet, sedotan dan styrofoam.

“Kondisi sampah plastik di Gresik mengkhawatirkan karena kami juga menemukan kontaminasi mikroplastik dalam udang dan ikan yang sering dikonsumsi warga,” ujar Ziadatur.

Bersama lima anggota TCC ziadatur mendatangi kantor bupati Gresik dan akan bupati menurut Ajudan bersedia beraudiensi dua hari mendatang.(*)