SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Memasuki hari kedua pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid III, Rabu (27/5) justru terjadi penambahan penderita Covid-19 sebanyak 19 orang.
Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Gresik drg. Saifudin Ghozali didampingi Kabag Humas Pemkab Gresik AM Reza Pahlevi, mengatakan ke 19 konfirmasi positif tersebut, berasal dari Kecamatan Gresik 4 orang dari Desa Telogopatut, Kecamatan Driyorejo masing masing dari Desa Petiken dan Desa Mojosarirejo . Kecamatan Kedamean dari Desa Belahanrejo. Kecamatan Benjeng dari Desa Bulang Kulon.
Kecamatan. Ujungpangkah masing masing dari Desa Sekapuk dan Desa Ngimboh. Kecamatan Menganti 6 orang, dari Desa Boteng (1), Sidowungu (3), Pelem Watu (1), Pengalangan (1). Berikutnya, Desa Karangrejo (1) Kecamatan Manyar, Desa Singosari (1) Kecamatan Kebomas dan Desa Sidojangkung (1) Kecamatan Menganti.
“Tiga terkonfirmasi positif dari 3 desa ini kita laporkan sebagai konfirmasi positif meninggal, karena kemarin sudah meninggal dan menunggu hasil Swab dan hari ini Swab keluar positif,” beber Ghozali yang juga Kadinkes Gresik ini.
Ditambahkan, penambahan konfirmasi positif ini sebagian besar dari PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang sudah dirawat di rumah sakit di Gresik, bukan dari hasil tracing atau OTG (Orang Tanpa Gejala).
“Dengan penambahan 19 kasus baru ini, total positif Covid-19 di Kabupaten Gresik yang sebelumnya 134, kini menjadi 153 orang. Sedangkan pasien meninggal, yang sebelumnya 11 orang ditambah 3 menjadi 14 orang. Sementara pasien sembuh sebanyak 14 orang dan 125 lainnya menjalani perawatan,” ungkap Kadinkes.
Data untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 250 orang. Selanjutnya Orang Dalam Risiko (ODR) ada 1.132 orang dan yang sudah lepas pengawasan 1.074 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.176 orang. Rinciannya, yang masih dipantau 145 orang, dan selesai dipantau 1.031 orang.
“Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) per hari ini sebanyak 221 orang. Rinciannya, dalam pengawasan 76 orang, dan selesai pengawasan 138 orang. Sementara yang meninggal sebanyak 7 orang,” pungkasnya. (san)


