SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Badan Pertanahan Nasional/Agraria Tata Ruang (BPN/ATR) Kabupaten Gresik menggulirkan program strategis nasional sertifikat tanah wakaf, melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk menyelamatkan aset-aset umat.

Kepala BPN /ATR Kabupaten Gresik Asep Heri, mengatakan program itu dilakukan sebagai tindaklanjut kerjasama antara pihaknya dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah serta LDII.

“Tanah wakaf yang disertifikatkan tidak terbatas pada bangunan masjid, pondok pesantren, lembaga pendidikan, yayasan sosial dan lainnya saja. Karena banyak dari tanah berstatus wakaf yang sudah berdiri bangunan, namun tidak memiliki sertifikat atau jaminan kepastian hukum atas tanah tersebut,” ujarnya, Rabu (19/2).

Menurutnya, hal ini penting dilakukan menginggat Gresik adalah Kota Santri dimana terdapat areal pemakaman dua Waliyullah,, Syeh Maulana Malik Ibrahim serta Sunan Giri. Inilah yang perlu diselamatkan dari upaya alih fungsii, sebab sebuah kebijakan penguasa atau perubahan era (zaman) bisa merubah sesuatu yang tidak berkekuatan hukum,” tuturnya.

Ditambahkan Asep, dalam program sertifikat tanah wakaf ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Makanya, pihaknya mendorong dan sangat membutuhkan dukungan semua pihak untuk ikut mensukseskan program itu.

“Pembuatan sertifikat tanah wakaf ini penting, karena rawan diserobot atau diselewengkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu, seluruh lembaga keagamaan atau warga saya minta segera mendata tanah wakaf yang dimiliki,” katanya.

Tidak hanya tanah wakaf saja, tambah Asep, bidang tanah milik masyarakat juga diminta untuk disertifikatkan demi keamanan lahan tersebuti. Inilah yang membuat pihaknya gencar mensosialisasikan dengan terjun langsung ke masyarakat bawah salah satunya ke Pulau Bawean.

“Khusus di Pulau Bawean, kami targetkan sebanyak 110 bidang tanah yang tersebar di 30 desa di 2 kecamatan untuk disertifikatkan bagi yang memenuhi persyaratan,” ungkapnya.

Agar target dalam program ini bisa dituntas terutama diwilayah Pulau Bawean lanjut Asep, BPN /ATR Gresik telah melakukan upaya jemput bola dengan mendatangi langsung masyarakat. Hal itu lakukan, untuk menekan biaya yang bakal dikeluarkan oleh masyarakat jika ingin mengurus.

“Kalau masyarakat Bawean yang harus datang ke Gresik kasihan, karena berapa biaya yang harus mereka keluarkan. Sebab harus beli tiket kapal PP, biaya menginap dan yang lainnya,” tegasnya. (san

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version