Ratusan WNI Awak Kapal Pesiar yang Dikarantina di Jepang dan Hong Kong ‘Sehat dan Tidak Terkena Virus’

SURABAYAONLINE.CO-Pemerintah Indonesia memastikan ratusan WNI yang bekerja sebagai kru di dua kapal pesiar yang dikarantina di Jepang dan Hong Kong “dalam kondisi sehat dan negatif virus corona”.

Meski demikian Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) meminta Kementerian Luar Negeri rutin mengecek para awak kapal pesiar Indonesia yang berjumlah ratusan ribu.

Sebab, meskipun wabah virus corona telah menjangkiti sejumlah negara, operasional kapal pesiar tidak berhenti.

Dua kapal pesiar yang menjadi tempat bekerja bagi ratusan WNI adalah Princess Diamond dan Dream World.

Princess Diamond dikarantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang, sejak 5 Februari silam dan Dream World di Pelabuhan Victoria, Hong Kong, pada 6 Februari.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengatakan jumlah warga Indonesia yang bekerja sebagai kru di Princess Diamond berjumlah 78 orang, tiga di antaranya perempuan.

Kematian akibat virus corona melampaui epidemi SARS pada tahun 2003
Sejauh ini, kata dia, puluhan awak kapal tersebut “tidak menunjukkan gejala sakit”, sehingga mereka dibolehkan keluar kabin dan bekerja seperti biasa.

Beberapa di antaranya menyatakan ingin pulang.

“Namun sesuai protokol kesehatan, perlu mengikuti masa karantina dahulu selama 14 hari,” ujar Judha Nugraha lewat pesan singkat kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Hingga kini, komunikasi dengan para kru asal Indonesia masih “intens dilakukan”.

Koordinator Fungsi Penerangan KBRI Tokyo, Eko Junor, juga mengatakan segala kebutuhan makanan mereka terpenuhi.

“Kebetulan kami sudah mendapatkan nomor telepon salah satu awak kapal Indonesia dan yang penting adalah mereka dalam kondisi baik walaupun mereka tentu bosan menunggu di kapal. Tapi semua kebutuhan pokok disediakan, begitu juga [dengan] telepon dan internet gratis,” ujar Eko Junor.

Pada Minggu (09/02) sudah 64 orang yang diturunkan dari kapal dan diisolasi ke rumah sakit di Prefektuf Kanagawa karena ‘terindikasi membawa virus’.

Dalam masa karantina, para awak kapal dibolehkan keluar kabin. Hanya saja, dilarang turun dari kapal pesiar sampai masa karantina selesai yakni pada 20 Februari.

Ia juga menjamin otoritas kesehatan pemerintah Jepang akan terus memantau kesehatan semua orang yang sedang dikarantina, untuk membendung penyebaran wabah virus corona.

“Saya yakin akan dipantau sampai hari terakhir karantina. Selanjutnya seperti apa? Saya yakin mereka ingin kembali bekerja karena dua minggu enggak kerja bagimana ya … Kalau kapal sudah boleh berlayar, menurut saya para WNI ingin segera bekerja,” sambungnya.

Sampai hari Minggu (09/02), menurutnya, sudah 64 orang yang diturunkan dari kapal dan diisolasi ke rumah sakit di Prefektuf Kanagawa karena “terindikasi membawa virus”.

Sementara itu di Hong Kong, kapal pesiar Dream World dikarantina setelah delapan penumpangnya terserang virus.

Kapal yang mengangkut 3.600 orang tersebut dilaporkan mempekerjakan 209 kru asal Indonesia dari berbagai jenjang.

Konsul Jenderal RI Hong Kong, Ricky Suhendar, lewat pesan singkat kepada BBC mengatakan ratusan awak kapal dipastikan sehat.

“Berdasarkan komunikasi KJRI dengan pihak manajemen kapal Dream World, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan maka semua WNI dinyatakan sehat, tidak ada yang menunjukkan gejala demam,” kata Ricky Suhendar.

“Selanjutnya mereka melanjutkan pekerjaan secara normal,” sambungnya.

“KJRI mendapat konfirmasi bahwa pemerintah Hong Kong telah memberikan izin kepada seluruh penumpang untuk turun dari kapal.”(*)