Film arahan James Gray ini menggabungkan petualangan penuh aksi dengan balutan emosi. Selain menyajikan keseruan pertempuran luar angkasa, “Ad Astra” juga fokus pada tekanan psikologi yang dialami Roy sebagai tokoh utama. “Ada banyak film sci-fi yang sangat menarik, tapi berapa banyak film yang menyentuh penontonnya? Kami ingin membuat sebuah film petualangan luar angkasa yang berbeda dari kebanyakan film dimana kita dipertemukan dengan alien, atau kehidupan dengan peradaban yang sangat maju,” ungkap sang sutradara James Gray.
Seperti kebanyakan film James Gray, proses produksi “Ad Astra” membutuhkan waktu yang cukup panjang. Ide untuk membuat film bertema luar angkasa ini muncul dari Gray dan co-writer Ethan Gross sekitar 7 tahun silam. Setelah mengembangkan naskah dari ide tersebut selama satu tahun, film ini mulai diproduksi pada tahun 2017, saat Brad Pitt akhirnya memutuskan untuk membintangi sekaligus memproduseri film ini. “Ad Astra” menjadi salah satu film yang menantang bagi Brad Pitt, namun ia dapat memerankan karakter Roy McBride dengan sangat baik. Penampilan Brad Pitt di Ad Astra sendiri menuai berbagai pujian dari para kritikus film di ajang Venice Film Festival ke-76 yang digelar bulan Agustus silam.
Selain Brad Pitt, film ini juga menampilkan jajaran aktor populer pemenang Academy Award® Tommy Lee Jones dan Donald Sutherland serta didukung oleh akting Liv Tyler dan Ruth Negga. Film “Ad Astra” disebut sebagai salah satu mahakarya dari James Gray yang mengagumkan, dimana sebelumnya Gray telah meraih kesuksesan melalui deretan film-film terdahulunya seperti ‘The Lost City of Z’, ‘We Own the Night’ dan ‘The Immigrant’. Film terbaru Brad Pitt ini akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai tanggal 20 September 2019 mendatang. (*)


