SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Hidup Sudaryono (57), sangat menyedihkan. Selain menderita lumpuh, ia harus hidup sendirian di rumahnya di Dusun Ngering RT 2 RW3 Desa Sukoanyar Kecamatan Cerme.
Sehari hari, Sudaryono hanya berbaring beralaskan tikar dan bantal sambil telanjang di ruang tamu rumahnya. Tubuhnya hanya ditutupi sehelai selimut kecil. Di ruangan semi permanen itu, bau pesing sangat menyengat.
Maklum Sudaryono sehari hati buang air kecil di tempatnya berbaring. Sudaryono sendiri, diketahui sudah bercerai. Mantan istrinya sekarang tinggal di Banyuwangi bersama kedua anaknya. Namun warga kesulitan menghubungi, karena tidak diketahui domisilinya.
Tetangga Sudaryono, Feri Sulistiono, menceritakan kalau Sudaryono lumpuh lebih dari sebulan lalu akibat menderita penyakit darah tinggi. Untuk makan, kata Feri, para tetangga rutin bergantian mengantarkan makanan dan minuman. Sebenarnya, Sudaryono memiliki keponakan di desa yang sama, namun tampaknya mereka tidak mau mengurusnya.
Munir, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial mengaku sudah mendapat kabar, terkait kasus Sudaryono. Pasalnya, Sudaryono sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga tidak ada masalah.
“Katanya dulu sempat dibawa ke rumah sakit, tapi karena tidak ada keluarganya yang menunggu saat dirawat di rumah sakit, oleh pihak rumah sakit akhirnya dipulangkan,” jelasnya.
Pihak dinas sosial, kata Munir, akan meminta kepala desa yang bersangkutan mengajukan proposal agar bisa diberi bantuan. Selain itu, pihaknya akan berusaha berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu kebutuhan hidup Sudaryono.
“Semua harus bertanggung jawab, kepala desa juga harus bertanggung jawab dan semua masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.
Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Qolib kasus sosial ini menunjukkan adanya indikasi ketimpangan ekonomi, di masyarakat Kabupaten Gresik. “Ini berarti ada ketimpangan di masyarakat. Gresik sebagai kota industri dengan UMK tertinggi kedua, mestinya tidak ada kasus seperti itu,” pungkasnya. (san)


