SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Pada tahun 2019 Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menetapkan Program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) yang didalamnya terdapat tiga sasaran utama (shifting paradigm).
Pertama, perubahan dari Inefisiensi menjadi Efisiensi. Kedua, perubahan mindset dari Product Driven menjadi Market Driven. Dan ketiga, perubahan orientasi dari Subsidi menjadi Komersial.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menyadari, keberhasilan program transformasi tersebut kuncinya adalah human resources atau Sumber Daya Manusia (SDM). Karena SDM adalah pelaku perubahan yang berada di dalam perusahaan, yang meliputi cara berpikir, berbicara, dan cara bekerja.
Rahmad juga menyebutkan, budaya transformatif merupakan pondasi utama dalam Total Transformation Model, yang meliputi Business, Leadership, dan Culture Transformation. Ketiga hal ini merupakan poin penting atas keberhasilan program transformasi bisnis.
“Tata nilai AKHLAK sebagai sebuah Culture Transformation akan mendukung Business dan Leadership Transformation. Tanpa perubahan Culture, maka akan sulit untuk melakukan transformasi di bidang Business dan Leadership,” ujar Rahmad.
Untuk pemantapan nilai-nilai AKHLAK ke dalam standar perilaku insan Petrokimia Gresik, Perusahaan menggelar webinar yang melibatkan Deputi Bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Alex Denni, Presiden Direktur ACT Consulting (ESQ Group), Ary Ginanjar Agustian; serta Luki Alamsyah Agustriana, Direktur Utama PT Arga Bangun Bangsa selaku holding dari ACT Consulting.
Alex Denni mengapresiasi kesiapsiagaan Petrokimia Gresik yang adaptif dengan adanya tata nilai baru dari Kementerian BUMN, apalagi Petrokimia Gresik sudah menyiapkan blue print untuk implementasi AKHLAK hingga tahun 2021.
Denni menjelaskan AKHLAK adalah satu kesatuan dari core value yang selama ini sudah ada di banyak BUMN sekaligus merupakan tata nilai yang dibangun sebagai strategi transformasi human capital Kementerian BUMN, guna meningkatkan daya saing menjadi pemain global, serta menjadikan BUMN sebagai pabrik talenta.
“Saya pun berharap agar tata nilai ini tidak berhenti pada kick off ini saja, tapi betul-betul menjadi panduan berperilaku, sedangkan leader menjadi role model untuk bisa diikuti tim lainnya,” ujar Denni. (san)


