SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Menteri Riset dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro berharap, SNI Award memiliki dampak luas bagi pelaku industri mulai dari penyedia bahan baku, manufaktur, distributor maupun pihak terkait lainnya.
“Khusus untuk lembaga pemerintah atau BUMN, SNI harus menjadi persyaratan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ini akan mendorong tumbuhnya produksi barang berkualitas dan memberikan pelayanan jasa sesuai harapan hingga menjadikan Indonesia berdaya saing tinggi,” ujar Bambang Brodjonegoro terkait Standar Nasional Indonesia (SNI) Award 2019 yang digelar Badan Standarisasi Nasional (BSN).
SNI Award merupakan perhelatan yang ke-15 sejak 2005, dan tahun ini adalah tahun kedua predikat Grand Platinum diberikan sepajang sejarah perhelatan SNI Award.
Pada tahun 2019, penghargaan SNI Award diberikan kepada 69 organisasi dan perusahaan, yang meliputi 1 penerima SNI Award peringkat Grand Platinum yaitu Petrokimia Gresik; tiga peringkat Platinum; 15 peringkat Emas; 38 peringkat Perak; serta 13 peringkat Perunggu.
Proses penilaian SNI Award dilakukan secara ketat, tim juri diketuai pakar ekonomi Rhenald Kasali. Aggota juri terdiri 20 orang berasal dari industri, pemerintah, perguruan tinggi, maupun asosiasi. Mereka ini ahli di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian. (san)


