SURABAYAONLINE.CO — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah strategis ini dilakukan sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 sebagai upaya perlindungan masyarakat menjelang puncak musim penghujan yang diperkirakan terjadi pada Mei–Juni serta November–Desember.
Pengerukan DAS Tondano menjadi bagian dari komitmen PLN Nusantara Power dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek perlindungan ekosistem perairan dan mitigasi risiko banjir akibat sedimentasi. Upaya ini bertujuan menjaga kapasitas tampung sungai agar aliran air tetap lancar di tengah meningkatnya intensitas curah hujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa keandalan listrik harus sejalan dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar wilayah operasi.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,” ujar Ruly.
Dalam pelaksanaannya, PLN Nusantara Power UP Minahasa menggandeng Komando Resor Militer 131/Santiago Manado. Kolaborasi ini memperkuat sinergi multipihak melalui kerja bakti skala besar, dengan dukungan personel serta koordinasi teknis di lapangan guna memastikan kegiatan berjalan efektif, aman, dan tetap memperhatikan keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan.
Manager PLN Nusantara Power UP Minahasa, Aries Indrianto Elisa, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan peran aktif perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara operasional pembangkit dan keberlanjutan lingkungan.
“Pengerukan sedimen di sepanjang DAS Tondano merupakan wujud nyata komitmen PLN Nusantara Power dalam menjaga fungsi ekologis kawasan serta mendukung upaya pencegahan banjir. Kami memastikan operasional pembangkit berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan perlindungan masyarakat,” jelasnya.
Tak berhenti pada pengerukan sungai, PLN Nusantara Power juga mengajak masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian Danau Tondano melalui pembangunan bank sampah berbasis komunitas. Program ini mendorong perubahan perilaku warga dari kebiasaan membuang sampah ke perairan menjadi pengelolaan sampah bernilai ekonomi, sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), bank sampah tersebut dikelola bersama masyarakat sebagai sarana edukasi lingkungan dan penguatan pengelolaan sampah terpadu di kawasan Minahasa.
Dengan langkah terintegrasi ini, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya dalam menghadirkan energi yang andal dan berkelanjutan, sekaligus menjaga ekosistem DAS dan Danau Tondano agar manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi dapat dirasakan masyarakat Sulawesi Utara dalam jangka panjang.


