SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Barang yang diangkut jasa pengiriman online oleh Alvin (30), mengalami kebakaran berdekatan dengan markas Brimob, Jalan Gresikan, Dupak, Surabaya, Selasa (10/2) malam Sebelum timbul nyala api, diketahui asap putih terlihat keluar dari bak terbuka armada jasa pengiriman online tersebut.
Pengemudi mengetahui bahwa barang yang diangkut keluar asap tebal setelah diberi tahu oleh pengguna jalan yang melintas dan tepat di belakang. Pengemudi menghentikan kendaraannya. Oleh pengemudi, barang yang mengeluarkan asap lantas diturunkan di tepi jalan.
Keluarnya api membuat Alvin mengontak Command Center 112. Petugas Damkar dan BPBD Surabaya saat di lokasi memberikan keterangan bahwa muatan yang terbakar setelah terkena api merupakan bahan berbahaya aluminium fosfida 56 persen. Sebuah zat kimia yang dapat bereaksi saat terkena air.
Kobaran api yang muncul dari bahan kimia berbau khas karbit juga menarik perhatian sekitar lokasi. Alvin mengaku tidak mengetahui isi muatan sebenarnya. Dia mengatakan, awalnya hanya menerima pesanan pengiriman seperti biasa. ”Memang pas hujan, saya ambil orderan itu. Customer bilang itu isi paralon sama barang kecil-kecil, nggak banyak,” ujarnya.
Dia mengaku, mengambil barang itu dari Jalan Nilam, kawasan peti kemas Pelabuhan Tanjung Perak dan rencananya akan dikirim ke Jalan Dukuh Kupang, Surabaya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya Laksita Rini Sevriani mengungkapkan, Informasi awal menyebutkan kebakaran di komplek asrama polisi. Tapi ternyata muatan bahan berbahaya yang terbakar di atas kendaraan. ”Adanya peristiwa yang berbahaya itu sehingga tim kami langsung meluncur ke lokasi dengan skema penanganan khusus,” jelasnya, Selasa (10/2) malam.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati bahan yang terbakar menyerupai karbit atau zat yang bereaksi saat terkena air. Tim kemudian melakukan penanganan cepat menggunakan penyemprotan foam untuk menekan reaksi api agar tidak semakin membesar.
Kini, pihak Polda Jatim dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pendalaman. Hal itu diutarakan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Abast Jules soal kelanjutan pemeriksaan tentang asal muasal barang yang diangkut oleh jasa pengiriman online.
“Masih kita uji bahan apa yang terbakar akibat terkena air. Pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah mengamankan mobil yang mengangkutnya. Nantinya akan dikembangkan tentang kebenaran bahan apa tersebut,” ujarnya, Rabu (11/2).(*)


