SURABAYAONLINE.CO – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menegaskan ambisi besar untuk menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia pada 2030. Target tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 yang digelar di Malang pada 6–7 Februari 2026.
Rakerta 2026 menjadi momentum penting bagi Bank Jatim untuk melakukan evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus menyusun strategi bisnis menghadapi 2026 di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif. Mengusung tema “Audacity to Fly Higher”, manajemen menekankan perlunya lompatan strategis dan percepatan transformasi di seluruh lini bisnis.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyatakan rapat kerja awal tahun merupakan momen krusial untuk menyatukan visi dan memperkuat soliditas internal perusahaan.
“Rapat kerja ini untuk menyelaraskan strategi agar target 2026 tercapai dan visi 2030 bisa diwujudkan,” ujar Winardi dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, pencapaian visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia bukan sekadar target jangka panjang, melainkan komitmen konkret untuk memperkuat kontribusi Bank Jatim terhadap perekonomian Jawa Timur.
Dalam Rakerta 2026, manajemen merumuskan fokus pada tiga pilar bisnis utama (3 business), yakni: peningkatan dana murah (low cost funding) untuk memperkuat struktur pendanaan, penyaluran kredit berkualitas dengan tetap menjaga likuiditas dan prinsip kehati-hatian, dan penguatan transaksi digital banking guna menjawab kebutuhan nasabah yang semakin digital.
Selain itu, terdapat dua enabler utama yang dipersiapkan, yaitu penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) serta peningkatan sistem dan teknologi untuk mendukung efisiensi operasional dan keamanan layanan digital.
Satu pilar penting lainnya adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Bank Jatim menilai peningkatan kompetensi serta budaya kerja adaptif menjadi kunci menjaga pertumbuhan berkelanjutan di era transformasi digital.
Winardi optimistis target 2030 realistis dicapai, meliputi penguatan dana pihak ketiga, kredit berkualitas, pertumbuhan laba, hingga peningkatan total aset.
“Ini bukan sekadar target, tetapi komitmen untuk memberi kontribusi nyata bagi ekonomi Jawa Timur,” tegasnya.
Khofifah Apresiasi Peran Bank Jatim dalam Penguatan UMKM
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam Rakerta 2026 mengapresiasi peran Bank Jatim dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Khofifah, dukungan pembiayaan dan pendampingan yang konsisten membuat pelaku UMKM semakin siap bersaing, termasuk dalam berbagai misi dagang yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“UMKM yang ikut misi dagang bukan sekadar pameran. Mereka sudah siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar,” kata Khofifah.
Ia menegaskan bahwa penguatan UMKM menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
Rakerta 2026 turut dihadiri jajaran komisaris, direksi, dewan pengawas syariah, serta pimpinan cabang Bank Jatim. Forum ini menjadi titik awal orkestrasi strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan 2026 sekaligus mempertegas langkah menuju ambisi menjadi BPD terdepan nasional pada 2030.
Dengan transformasi bisnis, penguatan digital banking, serta komitmen mendukung UMKM, Bank Jatim optimistis mampu memperkokoh posisinya sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan calon BPD nomor satu di Indonesia.


