SURABAYAONLINE.CO – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jawa Timur bersama Pemkab Gresik dan legislator DPRD Jatim kembali menghadirkan program pembinaan UMKM melalui Roadshow Sergapp (Serangan Gabungan Pembinaan Pendampingan). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kita, Balai Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, dan sukses menarik ratusan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Program Sergapp dirancang sebagai ajang pembinaan terpadu, menghadirkan layanan yang dibutuhkan pelaku usaha mulai dari konsultasi kelembagaan, pengurusan legalitas, peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, hingga strategi pemasaran. Seluruh rangkaian aktivitas digelar secara ringan dan mudah diikuti agar para peserta bisa langsung memahami ilmu praktis yang dibagikan.
Melalui kolaborasi Diskop UKM Jatim dan DPRD Jatim, Roadshow Sergapp menghadirkan sejumlah sesi pembelajaran, mulai dari success story UMKM lokal, informasi lembaga terkait, hingga diskusi dan konsultasi langsung. Tidak hanya tim Diskop UKM Jatim, hadir pula perwakilan DPMPTSP Jatim serta Bank UMKM Jatim yang memberi penjelasan mengenai layanan perizinan dan akses permodalan.
Kepala Desa Randuboto, Andi Sulandra, merasa bangga desanya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang sangat relevan dengan kebutuhan warganya.
“Kami ingin warga desa punya keberanian untuk mulai dan mengembangkan usahanya. Kegiatan seperti ini memberi mereka pintu masuk yang jelas. Saya berharap setelah kegiatan ini semakin banyak UMKM Randuboto yang berani naik level,” ujarnya.
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UKM Jatim, Nanang Abu Hamid, menekankan pentingnya legalitas usaha. Ia menegaskan bahwa legalitas bukan sekadar formalitas, melainkan dasar dari keberlanjutan bisnis.
“Ketika fondasinya kuat, langkah berikutnya akan lebih mudah. Produksi, pembiayaan, pemasaran, semuanya jadi lebih terarah,” jelasnya.
Ia juga mendorong para peserta memanfaatkan layanan konsultasi yang telah disiapkan tim sesuai kewenangan masing-masing.
Suasana semakin hidup saat Anggota Komisi B DPRD Jatim, MH Rofik, membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jatim kini memberi ruang lebih besar bagi UMKM seiring terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2024.
“Perda ini memastikan UMKM mendapat dukungan nyata, bukan sekadar konsep. Kami ingin pelaku UMKM semakin percaya diri,” paparnya.
Ia mengajak peserta untuk berani berkolaborasi, terus belajar, dan memanfaatkan fasilitas pemerintah.
Antusiasme memuncak ketika owner Sambal Liek Liek Gresik, Lilik Suhaimi, berbagi kisah suksesnya. Ia memulai bisnis dari dapur rumah hingga kini produknya dikenal luas.
“Usaha tidak tumbuh dalam satu malam. Setiap hari ada langkah kecil yang bisa dikerjakan. Kalau konsisten, hasilnya akan kelihatan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kualitas dan rasa percaya pelanggan adalah kunci keberlangsungan usaha jangka panjang.
Di sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi dari Nani Awaliyah, Pemimpin Operasional Bank UMKM Jatim Cabang Gresik, mengenai akses pembiayaan yang mudah dijangkau. Informasi mencakup tabungan, deposito, serta skema kredit ramah UMKM.
Peserta menyadari bahwa akses pembiayaan semakin mudah apabila usaha memiliki legalitas yang lengkap dan jelas.
Melalui Roadshow Sergapp, Diskop UKM Jatim berharap pelaku usaha di Randuboto dan sekitarnya semakin siap menjalankan usaha secara terstruktur, legal, kreatif, dan berdaya saing. Pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha baru sekaligus memperkuat UMKM yang sudah berjalan.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem UMKM melalui pembinaan intensif, dukungan legalitas, dan perluasan akses pembiayaan sebagai fondasi utama bagi UMKM naik kelas.


