SURABAYAONLINE.CO, Pamekasan — Inovasi pengembangan kewirausahaan pemuda melalui YOCOPRENEUR (Youth Cooperative Entrepreneur) diperkenalkan kepada masyarakat melalui kehadiran booth YOCOPRENEUR dalam rangkaian Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Halaman Kantor Bakorwil Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.
Kehadiran booth YOCOPRENEUR menjadi sarana pengenalan pendekatan baru dalam pengembangan kewirausahaan pemuda, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya pendampingan usaha yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.
YOCOPRENEUR merupakan ekosistem digital pendampingan kewirausahaan pemuda yang dikembangkan melalui pendekatan kolaborasi Pentahelix dan kelembagaan Koperasi Multi Pihak (KMP).
Inovasi ini dirancang untuk menghubungkan pemuda dengan berbagai sumber daya, layanan, serta pemangku kepentingan yang dapat mendukung perjalanan mereka dalam merintis, mengelola, dan mengembangkan usaha.
Mengubah Pendekatan dari Program Menjadi Ekosistem
YOCOPRENEUR hadir dengan pendekatan yang berbeda dari pengembangan kewirausahaan yang hanya bertumpu pada penyelenggaraan program pelatihan baru.
Berbagai program pelatihan, sumber daya manusia, akses pembiayaan, infrastruktur, dan jejaring pemangku kepentingan pada dasarnya telah tersedia. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah bagaimana menghubungkan seluruh potensi tersebut dalam suatu tata kelola pendampingan yang terintegrasi, sehingga manfaatnya dapat diakses secara lebih terarah dan berkelanjutan oleh pemuda.
Melalui YOCOPRENEUR, pengembangan kewirausahaan pemuda diarahkan untuk membangun kesinambungan perjalanan peserta, mulai dari identifikasi kebutuhan, penguatan kapasitas, pendampingan, penghubungan dengan layanan yang relevan, hingga pemantauan perkembangan usaha.
Dengan demikian, pelatihan tidak lagi dipandang sebagai titik akhir intervensi, melainkan sebagai salah satu bagian dari perjalanan pengembangan kewirausahaan yang lebih luas.
Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas pemanfaatan sumber daya yang telah tersedia sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, serta berbagai mitra strategis.
Inovasi Tata Kelola Berbasis Kolaborasi
YOCOPRENEUR tidak hanya dirancang sebagai platform digital, tetapi juga sebagai model tata kelola kolaboratif yang menghubungkan kebutuhan pemuda dengan potensi dukungan dari berbagai pihak.
Dalam pengembangannya, pendekatan Koperasi Multi Pihak menjadi salah satu kerangka kelembagaan yang dipersiapkan untuk memperkuat kolaborasi, partisipasi, dan keberlanjutan ekosistem.
Inovasi YOCOPRENEUR juga memperoleh nilai prioritas tertinggi dalam analisis alternatif solusi pada proses perencanaan yang menjadi dasar pengembangannya. Hal tersebut menunjukkan relevansi pendekatan integrasi layanan dan kolaborasi lintas sektor sebagai alternatif untuk menjawab tantangan pembangunan kewirausahaan pemuda.
Melalui model ini, YOCOPRENEUR diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebutuhan nyata pemuda dan berbagai peluang dukungan, tanpa harus selalu membentuk program atau layanan baru yang berjalan secara terpisah.
Semangat Sumpah Pemuda dan Kolaborasi Generasi Muda
Pengenalan YOCOPRENEUR pada Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi bagian dari semangat membangun generasi muda Jawa Timur yang kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Peringatan yang diselenggarakan di Kabupaten Pamekasan tersebut juga menjadi momentum penguatan komitmen pembangunan kepemudaan di Jawa Timur.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro menekankan pentingnya kehadiran seluruh elemen kepemudaan di tanah kelahiran Pahlawan Nasional Mohammad Tabrani Soerjowitjitro sebagai momentum untuk menghidupkan kembali visi besar persatuan melalui pemikiran kritis dan aksi nyata generasi muda masa kini.
Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 menjadi inspirasi bagi pengembangan YOCOPRENEUR, yang menempatkan kolaborasi sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem kewirausahaan.
Membangun Masa Depan Wirausaha Muda Jawa Timur
Melalui kehadiran booth YOCOPRENEUR, masyarakat diharapkan semakin mengenal gagasan pengembangan kewirausahaan pemuda yang menekankan pentingnya kesinambungan dukungan, bukan sekadar peningkatan jumlah kegiatan pelatihan.
Pengenalan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya keterhubungan antara pemuda, pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan mitra strategis dalam mendukung pengembangan usaha.
Ke depan, YOCOPRENEUR diharapkan dapat berkembang menjadi ekosistem pendampingan yang semakin responsif terhadap kebutuhan nyata pemuda, dengan dukungan tata kelola, teknologi digital, dan kolaborasi lintas sektor.
Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa kemajuan lahir dari persatuan dan kerja bersama. Melalui YOCOPRENEUR, semangat tersebut diterjemahkan menjadi upaya membangun ekosistem kewirausahaan pemuda Jawa Timur yang lebih terhubung, inklusif, dan berkelanjutan. <span;>(ega)


