SURABAYAONLINE.CO, Surabaya –Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), bersama Majelis Taklim Perempuan (MTP) dan Angkatan Muda Haji Indonesia (AMHI) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Surabaya, Jalan Pregolan Bunder Nomor 6–8, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.
Kegiatan ini, menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat koordinasi antara pengurus daerah dan pengurus cabang IPHI se-Kota Surabaya.
Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari pembinaan jemaah haji, pengembangan ekonomi umat, hingga penguatan peran alumni haji dalam kehidupan sosial dan keagamaan, hal ini di katakan Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Surabaya Dr. KH. M. Syukron Djazilan Badri, M.Ag., M.Pd. Sabtu (31/10/2026)
Rakorda dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenhaj Kota Surabaya, Hj. Sururil Faizin, S.Ag., M.Pd.I. Sementara itu, Penasihat IPHI, KH. Muchammad Imam Chambali, menyampaikan tausiyah dan pencerahan keagamaan sekaligus memimpin doa.
Dalam forum tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah penguatan koperasi dan pemberdayaan ekonomi haji. Selain itu, IPHI berupaya meningkatkan pembinaan akhlak dan pengamalan nilai-nilai kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari, serta memperluas sosialisasi organisasi kepada masyarakat.
IPHI juga mendorong optimalisasi peran pengurus di tingkat kecamatan melalui kegiatan edukasi bagi calon jemaah haji.
Langkah ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai perkembangan regulasi dan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji, sehingga calon jemaah memiliki bekal informasi yang memadai sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Untuk mendukung upaya tersebut, IPHI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kemenhaj Kota Surabaya, khususnya dalam pembinaan jemaah secara berkelanjutan, baik sebelum keberangkatan maupun setelah kembali ke Tanah Air.
Selain itu, anggota IPHI yang telah memiliki sertifikat sebagai pembimbing haji profesional diharapkan dapat berkontribusi dalam pelaksanaan bimbingan manasik haji di tingkat kecamatan. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses edukasi dan pendampingan bagi calon jemaah haji.
Sinergi IPHI dan Kemenhaj, menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan jemaah.
Tidak hanya berorientasi pada persiapan keberangkatan, pembinaan juga diarahkan untuk menjaga kemabruran haji melalui penguatan ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial setelah jemaah kembali ke lingkungan masing-masing.
Rakorda tersebut juga menekankan pentingnya penguatan peran organisasi sayap IPHI, yakni Majelis Taklim Perempuan (MTP) dan Angkatan Muda Haji Indonesia (AMHI). Kedua organisasi ini diharapkan semakin aktif dalam mengembangkan kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan perempuan, serta meningkatkan kontribusi generasi muda haji.
Sejumlah tokoh dan pengurus turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya KH. Muchammad Imam Chambali, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Surabaya Hj. Sururil Faizin, S.Ag., M.Pd.I., Prof. Syaiful Jazil, serta Penasihat AMHI H. Agung dan H. Heri.
Hadir pula Penasihat Majelis Taklim Perempuan Surabaya, Hj. Luki Puspitorini, S.H., M.H., bersama jajaran pengurus dan tokoh IPHI lainnya.
Melalui Rakorda ini, IPHI, MTP, dan AMHI Surabaya diharapkan semakin memperkuat konsolidasi organisasi serta memperluas kolaborasi dengan Kemenhaj dan berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, organisasi tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni jemaah haji, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembinaan keagamaan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan kehidupan masyarakat yang religius serta berakhlak mulia. (ega)


