SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah Kota Batu terus berupaya memperkuat daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin banyak yang mampu menembus pasar ekspor. Meski belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi COVID-19, aktivitas ekspor produk asal Kota Batu menunjukkan perkembangan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, Dian Fachroni, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pemulihan sekaligus pengembangan perdagangan produk lokal ke pasar internasional.

Menurut Dian, aktivitas ekspor tahun ini terlihat lebih menggeliat. Selain itu, jenis produk yang dipasarkan ke luar negeri juga semakin beragam. Namun, pencatatan resmi mengenai nilai ekspor masih perlu dikoordinasikan dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Pasca-COVID-19, kita mulai mencoba untuk pulih lagi meskipun tidak bisa senormal sebelum pandemi. Tapi kasat mata dibanding tahun lalu, tahun ini jauh lebih menggeliat untuk proses produk ekspor kita,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Dian menjelaskan, salah satu tantangan dalam meningkatkan ekspor UMKM Kota Batu adalah pemenuhan standar produk yang dipersyaratkan untuk memasuki pasar internasional.

Standar tersebut menjadi faktor penting karena produk lokal harus memenuhi ketentuan yang berlaku di negara tujuan ekspor. Karena itu, Pemkot Batu berupaya memfasilitasi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas dan menyesuaikan produknya dengan persyaratan pasar global.

“Standar produk untuk bisa ekspor itu cukup ketat dan kita mencoba untuk memfasilitasi itu menjadi standar barang ekspor. Menstandarisasi kebutuhan ekspor itu perlu juga difasilitasi oleh Pemerintah Kota Batu,” ungkapnya.

Ia mengakui, fasilitasi peningkatan kapasitas ekspor UMKM tersebut belum berjalan optimal. Meski demikian, Diskumperindag Kota Batu tengah mengupayakan penyusunan peta jalan atau roadmap untuk meningkatkan kemampuan ekspor pelaku UMKM secara bertahap.

“Memang belum optimal, tapi kita mengupayakan ada semacam roadmap untuk ke arah sana untuk meningkatkan ekspornya UMKM Kota Batu,” tambah Dian.

Penyusunan peta jalan tersebut diharapkan menjadi acuan dalam memperkuat kesiapan pelaku usaha, mulai dari pemenuhan standar produk hingga pengembangan akses pasar internasional.

Selain peningkatan standar produk, Pemkot Batu turut mencermati kebijakan kepabeanan yang memberikan relaksasi bea masuk untuk bahan baku impor yang digunakan dalam proses produksi barang berorientasi ekspor.

Melalui skema tersebut, bahan mentah yang didatangkan dari luar negeri untuk diolah di Indonesia dan kemudian dipasarkan ke luar negeri dapat memperoleh keringanan bea masuk sesuai ketentuan program yang berlaku.

Dian mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu peluang yang perlu direspons untuk mendukung pengembangan produk ekspor.

“Jadi misalkan ada barang mentah yang harus diimpor dari luar untuk kemudian diproduksi di Indonesia dan itu untuk tujuan ekspor maka ada relaksasi untuk bea masuknya. Jadi ada program seperti itu yang dilaksanakan oleh Bea Cukai, itu yang kita respon,” jelasnya.

Pemkot Batu berharap berbagai upaya tersebut dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran ke luar negeri.

Perkembangan ekspor produk lokal Kota Batu sebelumnya ditunjukkan oleh PT Arjuna Triple Nine. Perusahaan tersebut kembali memperluas pasar internasional dengan mengirimkan 6.000 kilogram keripik buah dan sayur ke Singapura pada Senin (12/10/2026).

Pengiriman menggunakan kontainer berukuran 20 feet tersebut memiliki nilai ekspor sebesar Rp370 juta. Capaian ini menjadi ekspor kedua perusahaan setelah sebelumnya mengirimkan produk ke Kanada.

Pengiriman tersebut menunjukkan peluang produk olahan asal Kota Batu untuk bersaing di pasar internasional.

Pemkot Batu pun berupaya mendorong semakin banyak UMKM mengikuti langkah serupa melalui peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar ekspor, dan fasilitasi akses pasar.

Dengan dukungan pemerintah daerah serta penguatan kapasitas pelaku usaha, produk UMKM Kota Batu diharapkan semakin mampu menembus pasar global dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version