SURABAYAONLINE.CO – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo memperkuat pengembangan produk unggulan daerah melalui konsep Communal Branding. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas, nilai tambah, dan daya saing produk koperasi serta UMKM.
Upaya tersebut dilakukan saat DKUPP Kabupaten Probolinggo bersama pelaku koperasi dan UMKM mengikuti workshop peningkatan kualitas produk Communal Branding yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur di Bakorwil III Malang, Kamis (24/9/2026).
Dalam workshop tersebut, DKUPP Kabupaten Probolinggo mendorong pengembangan Communal Branding Gula Aren Probolinggo sebagai identitas kolektif produk unggulan daerah.
Selain itu, produk kopi Probolinggo diarahkan untuk bergabung dalam Java East Coffee, Communal Branding yang dikembangkan untuk produk kopi unggulan Jawa Timur.
Workshop diikuti koperasi dan pelaku UMKM dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Dari Kabupaten Probolinggo, peserta antara lain Koperasi Pemasaran Pelita Agopuro Krucil, pelaku UMKM anggota Communal Branding dari Kecamatan Krucil dan Tiris, UMKM kopi anggota Koperasi Pemasaran Pelita Agopuro Krucil, serta Koperasi Desa Merah Putih Segaran Tiris.
Keterlibatan pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas produk melalui pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarkoperasi dan UMKM.
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUPP Kabupaten Probolinggo Aditia Arya Guntoro mengatakan, penguatan Communal Branding menjadi salah satu strategi untuk membangun identitas produk daerah sekaligus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan pelaku usaha.
“Communal Branding menjadi bagian dari upaya kita untuk memperkuat identitas produk unggulan Kabupaten Probolinggo. Dengan adanya standar kualitas yang baik dan seragam, produk UMKM diharapkan memiliki nilai tambah serta semakin mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Aditia.
Menurut dia, Communal Branding juga membuka peluang bagi koperasi dan UMKM untuk memperluas jejaring pemasaran dan memperoleh akses promosi yang lebih luas.
“Tidak hanya soal identitas produk, tetapi juga bagaimana koperasi dan UMKM dapat meningkatkan kualitas, memperluas pemasaran dan membangun jejaring sehingga produk lokal semakin dikenal,” jelasnya.
Pendekatan Communal Branding mendorong perajin, koperasi, dan UMKM menerapkan standar kualitas yang seragam. Dengan demikian, produk yang dipasarkan membawa identitas bersama sekaligus tetap mencerminkan potensi daerah asal.
Untuk Kabupaten Probolinggo, pengembangan Gula Aren Probolinggo menjadi salah satu upaya membangun identitas kolektif produk unggulan daerah.
Sementara itu, produk kopi Probolinggo diarahkan memperoleh ruang promosi dan jejaring yang lebih luas melalui Java East Coffee.
Aditia mengatakan, pengembangan produk unggulan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, koperasi, dan pelaku UMKM. Menurutnya, pengembangan tidak cukup berhenti pada produksi, tetapi harus dilanjutkan dengan peningkatan kualitas dan perluasan pasar.
“Harapannya, koperasi dan UMKM Kabupaten Probolinggo terus berkembang dan naik kelas. Produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga mempunyai identitas yang kuat sehingga mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” katanya.
Sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Probolinggo melalui pengembangan Communal Branding diharapkan memperkuat produk lokal sekaligus membuka peluang promosi, pemasaran, dan jejaring usaha yang lebih luas.
Selain Kabupaten Probolinggo, workshop tersebut diikuti Koperasi Produsen Kopi Wonosalam Kabupaten Jombang, Koperasi Tirta Timur Sejahtera Kota Malang, Koperasi Produsen Communal Branding Java East Coffee Jawa Timur, Koperasi Lesung Gemilang Sejahtera Kabupaten Pasuruan, dan Koperasi Brawijaya Agro Ventura Kabupaten Malang.
Kegiatan juga melibatkan Tenaga Ahli Pendampingan Peningkatan Kualitas Produk Communal Branding Rahmad Cahyadi serta Tenaga Pendukung Pendampingan Peningkatan Kualitas Produk Communal Branding Vengki Purnomo dan Temy Desi Asyandi.


