Surabayaonline.co, – SAMPANG — Keberadaan jamu tradisional khas Madura tak pernah surut digerus zaman. Salah satu penyedia racikan jamu legendaris yang terus eksis adalah UD Madura Sari. Di bawah pengelolaan Nyai Hj. Hayati Waladi berlokasi di Jl. Pahlawan No.21, Rongtengah, Kabupaten Sampang, Madura, usaha jamu tradisional ini telah berhasil melintasi masa hingga tiga generasi pembuat.

Generasi Ke-3 Jamu Ud. Madura Sari, Saat Menunjukkan Foto Bupati Sampang H. Slamet Junaidi Saat Berkunjung Ke Rumahnya, dan Sertifikat Penghargaan Dari Apkasi.

Perjalanan Madura Sari dimulai dari generasi pertama yang dipelopori oleh Nyai Hj. Hajrah selama kurang lebih 35 tahun, lalu dilanjutkan oleh Nyai Hj. Alawiyah pada generasi kedua dalam rentang waktu yang relatif sama. Kini, kepemimpinan dan resep warisan keluarga tersebut diteruskan oleh Nyai Hj. Hayati Waladi.

“Sejak tahun 1997 kami secara resmi sudah berizin usaha atas nama UD Madura Sari. Namun, jauh sebelum legalitas formal itu kantongi, aktivitas meracik dan memegang tradisi jamu ini sudah berjalan lama di keluarga kami,” ujar Nyai Hj. Hayati.

Memiliki 50 Racikan Khas, Laris Hingga Luar Negeri

UD Madura Sari secara keseluruhan memproduksi sekitar 50 jenis varian jamu. Namun, terdapat sekitar 33 jenis racikan utama yang paling diminati dan rutin dicari oleh para pelanggan.

Foto Berbagai Bahan Herbal Sebelum di Racik Menjadi Jamu Berkhasiat dan Terpercaya Turun Menurun.

Di antara deretan produk tersebut, racikan khusus kesehatan pasangan suami istri, jamu pengantin, paket perawatan setelah melahirkan, hingga jamu stamina pria menjadi produk yang paling diburu masyarakat.

Meski diproduksi secara tradisional, daya jangkau pasar Madura Sari telah menembus pasar internasional. Pelanggan tak hanya datang dari berbagai penjuru Indonesia, tetapi juga mancanegara.

Jangkauan Luar Negeri antarnya Pembeli dari Malaysia, Jerman, hingga Norwegia kerap memesan dan mendatangi langsung tempat pembuatannya.

Sementara Jangkauan Nasional, mencakup Pasokan rutin dikirim ke berbagai daerah, termasuk wilayah Jakarta, Surabaya, Kalimantan, Batam dan sekitarnya.

Keberhasilan UD Madura Sari dalam mempertahankan kepercayaan konsumen selama puluhan tahun terletak pada komitmen menjaga mutu dan kemurnian bahan.

Seluruh produk dijamin menggunakan racikan bahan alami murni tanpa campuran bahan kimia obat (BKO) maupun zat pengawet.

Serta keaktifan promosi, dimana sejak dahulu aktif mengikuti ajang pameran dan bazar kelas nasional yang difasilitasi oleh BUMN hingga perusahaan swasta.

Nyai. Hayati Waladi Tampak Sibuk Melayani Pelanggan Jamu Racikannya, Pihaknya Mengaku Beromset Sekitar Rp. 500.000 sampai Rp. 1.000.000 setiap harinya.

Pengakuan Pemerintah dan Tokoh Nasional

Konsistensi dalam merawat tradisi obat herbal ini membuahkan berbagai bentuk apresiasi dan pengakuan resmi. UD Madura Sari mengantongi berbagai sertifikat penghargaan dari instansi pemerintah seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sampang, hingga Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), serta rutin mengisi stan di ajang tahunan Jakarta Fair.

Tak hanya itu, lokasi racikan jamu ini juga pernah disambut oleh kunjungan para pejabat dan pejabat tinggi negara.

“Dulu pernah ada kunjungan dari pihak Istana Presiden hingga jajaran direktur jenderal (dirjen). Bahkan dalam acara resmi kepolisian seperti di Polda, produk jamu kami kerap dipercaya untuk digunakan,” pungkas Nyai Hj. Hayati.(Yat/F-R)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version