SURABAYAONLINE.CO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya memperkuat pengawalan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rentan melalui edukasi di tingkat Posyandu.

Edukasi keamanan pangan tersebut dilaksanakan kader Posyandu di Posyandu Mandiri, Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Edukasi Keamanan Pangan bagi Penerima Manfaat MBG yang menyasar sekitar 480 penerima manfaat dari 24 Posyandu di Surabaya.

Penerima manfaat program terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki balita.

Edukasi dilaksanakan oleh delapan kader Posyandu yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari BBPOM di Surabaya. Program tersebut berlangsung secara bertahap selama Agustus hingga Oktober 2026.

Materi yang diberikan mencakup 5 Langkah Pasti Keamanan Pangan, prosedur penerimaan MBG secara aman, cara membaca Informasi Nilai Gizi, penggunaan aplikasi BPOM Mobile, hingga tata kelola kejadian keracunan pangan.

Kader dan peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penanganan awal apabila terjadi dugaan keracunan pangan serta mekanisme pelaporannya.

Kegiatan dilengkapi praktik pengamatan pangan MBG secara langsung. Media informasi mengenai keamanan pangan juga dipasang di area Posyandu untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi.

Penguatan edukasi tersebut sejalan dengan komitmen Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam mengawal keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis.

“BPOM hadir untuk memastikan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis dari proses produksi, distribusi, hingga diterima masyarakat. Prinsip kami jelas, bukan pangan kalau tidak aman,” ujar Taruna Ikrar.

Menurutnya, pengawasan keamanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh agar makanan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar keamanan dan mutu.

“Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh agar setiap makanan yang dikonsumsi benar-benar memenuhi standar keamanan dan mutu,” lanjutnya.

Salah seorang peserta mengapresiasi kegiatan edukasi yang diberikan BBPOM di Surabaya. Menurutnya, materi tersebut memberikan pemahaman praktis mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika menerima makanan MBG.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena saya menjadi lebih paham apa yang harus dilakukan ketika menerima MBG agar terhindar dari bahaya keracunan pangan,” ungkapnya.

Pelibatan kader Posyandu dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman mengenai keamanan pangan hingga tingkat masyarakat.

Kader yang telah mendapatkan pelatihan dapat menjadi penghubung informasi keamanan pangan kepada penerima manfaat MBG, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan balita.

Melalui sinergi antara pemerintah, penyelenggara MBG, kader Posyandu, dan masyarakat, BBPOM di Surabaya berkomitmen memperkuat pengawasan keamanan pangan.

Upaya tersebut diharapkan memastikan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga menjamin makanan yang diberikan aman dan memenuhi standar mutu.

Reporter: A. Arif

Editor: Moch. Ali Topan

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version