SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, mendukung penyelenggaraan BUMDes UMKM Fair 2026 di Kecamatan Maospati. Ajang yang baru pertama kali digelar tersebut dinilai mampu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Magetan Sunarti Condrowati mengatakan, Pemkab Magetan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan BUMDes UMKM Fair 2026.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Magetan, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta menyambut baik penyelenggaraan BUMDes UMKM Fair 2026 ini,” ujar Sunarti saat membuka BUMDes UMKM Fair 2026 di Lapangan Sukowati, Maospati, Magetan, Kamis.
Menurutnya, BUMDes dan UMKM merupakan dua sektor penting yang menopang perekonomian masyarakat. BUMDes berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal, sedangkan UMKM menjadi wadah kreativitas sekaligus penguatan daya tahan ekonomi masyarakat.
“Ketika keduanya bergerak beriringan, kita akan mampu menciptakan kemandirian ekonomi daerah yang tangguh,” katanya.
Ketua Forkom BUMDes Maospati Bambang Siswanto mengatakan, BUMDes UMKM Fair 2026 mengusung tema “Kolaborasi BUMDes dan UMKM dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan Menuju Desa Mandiri, Maju, dan Sejahtera”.
Menurut Bambang, kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan perdana BUMDes Fair di Maospati. Meski masih dalam tahap awal, kegiatan itu telah mendapat respons positif dari Pemkab Magetan.
“Mungkin ini kali pertama acara BUMDes Fair diselenggarakan. Belum ada kesuksesan besar, tetapi sudah mendapat respons positif dari Pemkab Magetan. Kami berharap nanti bisa menjadi agenda tahunan di Magetan, target kami ingin menumbuhkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Bambang berharap penyelenggaraan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara BUMDes dan pelaku UMKM sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Camat Maospati Verawati Setyoningrum mengatakan, BUMDes UMKM Fair 2026 menjadi salah satu upaya mempertemukan BUMDes dari seluruh desa di Kecamatan Maospati.
“Harapan kami saat ini BUMDes ini bertemu di kecamatan, maka bisa berbagi pengetahuan untuk monitoring dan evaluasi agar terus maju,” katanya.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi sarana bertukar pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa.
Kegiatan BUMDes UMKM Fair 2026 di Kecamatan Maospati dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Forkopimcam, lurah, kepala desa se-Kecamatan Maospati, serta para pelaku UMKM.


