SURABAYAONLINE.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang terus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Sapta Rona Pesona (SRP) 2026. Program tersebut menjadi bagian dari strategi mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, meningkatkan literasi keuangan, memperkuat ekonomi syariah, sekaligus mencetak generasi muda yang siap berwirausaha.

Pada hari kedua pelaksanaan SRP 2026 di Malang, Jumat (31/7), berbagai kegiatan digelar mulai dari edukasi QRIS, penguatan UMKM, pelindungan konsumen, hingga kompetisi kreativitas anak muda. Seluruh rangkaian kegiatan merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku industri, komunitas, dan mitra strategis.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan pendekatan tersebut dirancang untuk memperluas adopsi pembayaran digital sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kegiatan ini menjadi pendekatan kreatif untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperluas penggunaan pembayaran digital di masyarakat dan pelaku UMKM,” ujar Indra, dikutip Minggu (3/8).

Hari kedua SRP 2026 diawali dengan senam zumba, edukasi penggunaan QRIS, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Rumah Sakit Hermina Tangkubanperahu Malang. Di sela kegiatan olahraga, peserta memperoleh edukasi mengenai manfaat QRIS sebagai metode pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi fokus utama melalui Talk Show UMKM Go Digital. Dalam sesi tersebut, Dwina Oktivana dari GoPay menjelaskan pemanfaatan layanan GoPay Merchant untuk membantu pelaku usaha mencatat transaksi, mengatur pencairan dana, hingga menerima pembayaran wisatawan asing melalui QRIS Antarnegara.

Selain itu, fitur notifikasi suara dinilai mampu meminimalkan risiko penipuan dengan memastikan transaksi benar-benar telah diterima tanpa harus bergantung pada bukti transfer yang berpotensi dipalsukan.

Pada sesi pemasaran digital, praktisi digital marketing Vita Devita mengajak pelaku UMKM membangun identitas merek secara konsisten, memanfaatkan affiliate creator, mengoptimalkan konten digital, iklan, dan siaran langsung (live shopping), serta memperhitungkan biaya platform, komisi, pajak, hingga promosi secara matang.

Menurutnya, digitalisasi bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Bank Indonesia Malang juga memperkuat literasi masyarakat melalui program SPECTRA (Smart Protection, Education & Consumer Transformation).

Program tersebut digelar bersama OJK dan ShopeePay dengan memberikan edukasi mengenai hak dan kewajiban konsumen serta berbagai modus kejahatan digital seperti phishing, tautan palsu, aplikasi ilegal, pencurian data, penyalahgunaan OTP, investasi ilegal, hingga pinjaman online ilegal.

Tri Riasari dari Bank Indonesia memaparkan perkembangan layanan QRIS, mulai dari QRIS Antarnegara, QRIS TAP hingga QRIS TUNTAS. Ia mengingatkan masyarakat agar selalu memverifikasi setiap informasi sebelum melakukan transaksi.

Sementara itu, Frederick Alexander Rompies dari OJK menegaskan pentingnya memastikan legalitas suatu investasi sebelum menanamkan dana. Sedangkan Tiara Maharani dari ShopeePay mengimbau masyarakat hanya mengunduh aplikasi dari sumber resmi, mengaktifkan fitur keamanan, serta selalu memeriksa nama penerima dan nominal transaksi sebelum melakukan pembayaran.

Dalam rangkaian SRP 2026, Bank Indonesia Malang juga memperkuat literasi ekonomi syariah.

Siti Nur Husnul Yusmiati dari Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah Jawa Timur menjelaskan bahwa konsep halal tidak hanya berkaitan dengan bahan baku, tetapi juga mencakup proses produksi, distribusi, rantai pasok, hingga mekanisme transaksi.

Materi tersebut dilengkapi oleh Pasarsantri.id melalui edukasi fikih muamalah dalam transaksi marketplace agar seluruh proses jual beli memenuhi prinsip syariah.

Pelaku UMKM Sambal Naknan asal Probolinggo, Viko Hudyangga, turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya legalitas usaha, sertifikasi halal, izin edar, perlindungan merek, konsistensi mutu, hingga pemahaman pasar sebagai modal untuk memperluas pasar dan membuka peluang ekspor.

Bank Indonesia Malang juga memberikan ruang bagi generasi muda melalui Manual Brew Competition Java Brew N’ Beats. Kompetisi tersebut menjadi ajang menunjukkan kemampuan teknik penyeduhan kopi, kreativitas, cita rasa, kebersihan, dan profesionalisme.

Selain itu, sebanyak 40 alumni penerima Beasiswa Bank Indonesia 2025 yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) mengikuti Program Duta UMKM dan Kopi untuk mempelajari rantai bisnis kopi mulai dari budidaya hingga pemasaran.

Tak hanya itu, literasi pembayaran digital juga disampaikan melalui Lomba Mobile Legends Antar-SMA yang diikuti 16 tim. Edukasi QRIS dikemas bersama kompetisi e-sport agar lebih mudah diterima kalangan pelajar.

Indra Kuspriyadi menegaskan sinergi lintas sektor dalam SRP 2026 diharapkan mampu mempercepat digitalisasi, meningkatkan daya saing UMKM, memperkuat pelindungan konsumen, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja baru yang inklusif serta berkelanjutan.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version