SURABAYAONLINE.CO – Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2026 resmi dibuka di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Jumat malam (17/7/2026). Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember itu menjadi salah satu rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 sekaligus upaya memperkuat daya saing UMKM agar naik kelas dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Pembukaan Sekarkijang Creative Fest 2026 dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani serta diikuti puluhan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM dari lima kabupaten wilayah Sekarkijang, yakni Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Sekarkijang Creative Fest 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan masyarakat di kawasan Sekarkijang.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mengungkit kembali karya-karya kreatif masyarakat di seluruh wilayah Sekarkijang. Terima kasih kepada BI Jember yang terus membangun sinergi dengan seluruh kabupaten di kawasan Sekarkijang,” ujar Ipuk.
Menurutnya, tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh dan Berdaya Saing” sangat relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. UMKM dinilai harus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tengah tantangan ekonomi global.
Ipuk menegaskan, persaingan usaha saat ini tidak lagi hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga kekuatan ekosistem, inovasi, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi antarpelaku usaha.
“Melalui Sekarkijang Creative Fest, kami berharap semakin banyak UMKM yang naik kelas, dari pasar lokal menuju pasar nasional, bahkan mampu menembus pasar internasional melalui digitalisasi dan inovasi,” katanya.
Deputi Kepala KPwBI Jember, Achmad, menjelaskan bahwa rangkaian Sekarkijang Creative Fest 2026 telah dimulai sejak Januari 2026 melalui berbagai program pembinaan di lima kabupaten wilayah Sekarkijang. Program tersebut meliputi kurasi UMKM, pelatihan, capacity building, studi tiru, promosi, hingga pameran produk.
Puncak kegiatan berlangsung di Banyuwangi pada 16–19 Juli 2026 dan dikolaborasikan dengan Banyuwangi Ethno Carnival 2026. Beragam agenda disiapkan untuk mendukung penguatan kapasitas UMKM, perluasan akses pembiayaan, digitalisasi pemasaran, penggunaan QRIS, hingga operasi pasar murah sebagai bagian dari pengendalian inflasi.
“Sejak Kamis berbagai kegiatan sudah berjalan, mulai pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, lomba desain motif batik Sekarkijang, hingga Singing Competition. Setelah pembukaan, rangkaian dilanjutkan dengan Banyuwangi Ethno Carnival, Sekarkijang Got Talent, hingga SCF Waqf Run 5K,” ujar Achmad.
Selain menghadirkan ajang pencarian bakat Sekarkijang Got Talent, masyarakat juga akan disuguhkan penampilan sejumlah bintang tamu. Seluruh rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival 2026 akan ditutup dengan konser musik dan pengumuman Best Costume BEC pada 19 Juli 2026 di Gesibu Blambangan.
Penyelenggaraan Sekarkijang Creative Fest 2026 diharapkan semakin memperkuat sinergi antarwilayah di kawasan Sekarkijang serta mendorong UMKM menjadi lebih tangguh, adaptif, dan kompetitif dalam menghadapi persaingan pasar.


