SURABAYAONLINE.CO – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus memperkuat upaya peningkatan ekspor nasional dengan menggencarkan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala yang masih dihadapi UMKM dalam menembus pasar internasional, mulai dari minimnya pemahaman prosedur ekspor hingga lemahnya strategi branding.

Melalui peran sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Bea Cukai mendorong lahirnya lebih banyak eksportir baru yang mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Salah satu upaya tersebut dilakukan Bea Cukai Bogor melalui Seminar Series “Tembus Ekspor, Raih Pasar Dunia” yang digelar pada 23 Juni 2026. Kegiatan ini memberikan pembekalan kepada pelaku usaha mengenai prosedur ekspor, kepabeanan, hingga strategi memasuki pasar internasional.

Kepala Kantor Bea Cukai Bogor, Chotibul Umam, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam memperluas pemahaman pelaku usaha terhadap peluang ekspor.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha agar mampu memanfaatkan peluang ekspor secara optimal serta memahami seluruh mekanisme yang dibutuhkan,” ujarnya.

Dalam seminar tersebut, peserta memperoleh materi mengenai prosedur dasar ekspor, tata cara penyusunan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), pemanfaatan sistem National Single Window, hingga strategi menyiapkan produk sesuai standar pasar internasional.

Selain itu, peserta juga mendapatkan inspirasi dari pengalaman PT Azaki Food International yang telah berhasil memasarkan produknya ke berbagai negara.

Salah seorang peserta, Lenna, pelaku UMKM asal Kota Bogor, mengaku kegiatan tersebut membuka wawasannya mengenai peluang ekspor bagi usaha kecil.

“Saya merasa sangat tercerahkan dan terinspirasi oleh seluruh materi yang disampaikan. Ternyata UMKM seperti kami juga memiliki peluang untuk ekspor apabila memahami prosedur dan strategi yang tepat,” katanya.

Upaya serupa juga dilakukan Bea Cukai Malang melalui program “Ngopi Ekspor” yang diikuti 50 pelaku UMKM anggota Klinik Ekspor Bea Cukai dari wilayah Malang Raya pada 29 Juni 2026.

Program tersebut mengangkat tema penguatan branding sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Malang (UNISMA), Novin Farid Setyo Wibowo, yang menjadi narasumber menegaskan bahwa identitas merek dan komunikasi visual memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan konsumen internasional.

Menurutnya, branding yang kuat mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menjadi pembeda di tengah persaingan pasar global.

Melalui rangkaian edukasi, pelatihan, dan pendampingan tersebut, Bea Cukai berharap semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu naik kelas menjadi eksportir.

Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, lahirnya eksportir baru juga diharapkan memperkuat daya saing produk nasional sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan nilai ekspor.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version