SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Pemkot Surabaya merelokasi puluhan pelaku usaha bengkel dari Jalan Nias ke Jalan Menur No. 111, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo. Relokasi tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan yang bertujuan mengembalikan fungsi Jalan Nias sekaligus menyediakan tempat usaha yang lebih layak bagi para pelaku usaha.
Koordinator Bengkel Jalan Nias Jekti Purwantoro atau yang akrab disapa Cak Lewan mengaku sempat terkejut ketika wali kota datang meninjau kawasan tempat mereka bekerja. Namun, setelah berdialog dengan para pelaku usaha dan mengajak mereka melihat lokasi relokasi di Jalan Menur, ia menilai tempat yang disiapkan pemkot lebih layak dan sesuai untuk aktivitas perbengkelan.
“Saya dan teman-teman diajak melihat langsung lokasi di Menur. Setelah melihat kondisinya, kami menilai tempat ini sudah layak dan sesuai untuk mendukung aktivitas perbengkelan. Kami bersyukur difasilitasi lokasi yang lebih aman dan nyaman untuk bekerja. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Bapak Wali Kota Eri Cahyadi,” kata Cak Lewan, Senin (6/7).
Menurut Cak Lewan, lokasi baru memberikan rasa aman yang selama ini sulit diperoleh ketika bekerja di Jalan Nias. Sebelumnya, aktivitas pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil dilakukan di bahu jalan sehingga berisiko bagi pekerja maupun pengguna jalan.
Pria yang telah bekerja di kawasan Jalan Nias sejak 1985 itu mengatakan, sentra bengkel tersebut sudah dikenal masyarakat sejak akhir 1970-an. Pelanggannya tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga Madura, Kediri, hingga Malang.
Saat ini, sekitar 20 pekerja bengkel telah menempati lokasi baru. Mereka tetap melayani pekerjaan pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil seperti sebelumnya. Dalam sehari, seluruh bengkel mampu menangani sekitar enam hingga tujuh kendaraan sesuai pesanan yang masuk.
Ia menambahkan, seluruh pelaku usaha yang direlokasi juga difasilitasi proses pemindahan tanpa dipungut biaya. Menurutnya, kebijakan tersebut membuat para pelaku usaha dapat kembali bekerja dengan tenang di lokasi baru. “Semoga tempat ini membuat kami bekerja lebih nyaman dan usaha teman-teman semakin berkembang,” tuturnya.
Relokasi tersebut juga mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Manyar Sabrangan Basuki Nugroho. Dia mengatakan relokasi tersebut menjadi solusi yang tidak hanya menata kawasan, tetapi juga tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk melanjutkan usahanya di lokasi yang lebih layak.
“Di lokasi sebelumnya aktivitas bengkel dilakukan di tepi jalan sehingga cukup berisiko. Sekarang seluruh aktivitas sudah berada di dalam area khusus sehingga lebih aman dan lalu lintas juga menjadi lebih lancar,” ujar Basuki.
Dukungan serupa disampaikan Ketua RT 06 RW 01 Kelurahan Manyar Sabrangan Sunardi. Ia menyebut relokasi pelaku usaha bengkel menjadi bentuk nyata implementasi Kampung Pancasila yang menumbuhkan kolaborasi, gotong royong, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hal senada disampaikan warga setempat, Nanang. Menurutnya, relokasi pelaku usaha bengkel ke Jalan Menur merupakan langkah yang tepat karena para pelaku usaha tetap dapat melanjutkan usahanya di lokasi yang lebih layak tanpa mengganggu lingkungan sekitar.(*)


