SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo resmi membuka Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026 di Stadion Bayuangga, Sabtu malam (4/7/2026). Pembukaan ditandai dengan pernyataan resmi Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, yang menegaskan Semipro menjadi strategi untuk menggerakkan perekonomian, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

Dalam sambutannya, Aminuddin menegaskan Semipro 2026 bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan instrumen pembangunan daerah yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat city branding Kota Probolinggo.

“Tidak semua daerah memiliki potensi wisata alam yang melimpah. Karena itu, Kota Probolinggo harus menghadirkan event-event berkualitas yang mampu menarik pengunjung sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Menurut Aminuddin, sepanjang 2026 Pemkot Probolinggo telah menjadwalkan 160 agenda resmi. Hingga akhir Juni, sebanyak 108 kegiatan telah terlaksana, sementara Semipro menjadi salah satu agenda unggulan yang digelar pada masa libur sekolah untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Bila Jakarta memiliki Pekan Raya Jakarta (PRJ), maka Kota Probolinggo memiliki Semipro, yaitu Seminggu di Kota Probolinggo,” katanya.

Semipro 2026 digelar selama 10 hari hingga 12 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, seni budaya, pertunjukan musik, festival kuliner, pameran UMKM, ekonomi kreatif, pelayanan publik, hingga aktivitas komunitas.

Aminuddin menilai penyelenggaraan event menjadi strategi efektif untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang promosi bagi produk-produk lokal hasil karya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif Kota Probolinggo.

“Semipro bukan sekadar hiburan. Ini adalah instrumen pembangunan daerah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat identitas budaya, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap Kota Probolinggo,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perputaran uang di Kota Probolinggo meningkat dari sekitar Rp13 triliun pada 2024 menjadi Rp16 triliun pada 2025. Pertumbuhan ekonomi daerah juga naik dari sekitar 5,2 persen menjadi 6,81 persen.

“Kami terus mendorong aktivitas ekonomi agar investasi semakin banyak masuk ke Kota Probolinggo dan perputaran uang tetap terjadi di daerah sendiri. Karena itu Semipro digelar saat libur sekolah agar masyarakat memiliki pilihan hiburan di kotanya sendiri,” jelasnya.

Semipro 2026 mengusung konsep berbeda dengan menghadirkan tema yang berganti setiap hari sebagai bagian dari implementasi city branding “Bersolek”. Berbagai pertunjukan seni, budaya, wahana permainan, festival kuliner, hingga karya kreatif masyarakat ditampilkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Semipro 2026, mulai dari Forkopimda, perangkat daerah, dunia usaha, perbankan, BUMN, BUMD, media massa, komunitas, sponsor, hingga event organizer lokal Prolink Production.

“Semipro tahun ini menjadi bukti bahwa putra-putri Kota Probolinggo mampu menyelenggarakan event besar dengan kualitas yang membanggakan,” katanya.

Pembukaan Semipro 2026 berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat yang memadati Stadion Bayuangga. Selama 10 hari ke depan, rangkaian kegiatan diharapkan menjadi magnet kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai destinasi wisata berbasis event.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version