SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Banjir di Surabaya selama dua hari ini di 31 titik karena proyek gorong-gorong. Selain pengerjaan saluran, hujan sejak dini hari sampai pagi juga menjadi salah satu faktor.

Wali Kota Eri Cahyadi pun meminta maaf kepada warga Surabaya. Pemkot pun berupaya mengoptimalkan penanganan banjir. “Saya mohon maaf kepada warga Surabaya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami bekerja maksimal di lapangan,” kata Eri, Selasa (23/6).

Pada Selasa (23/6), sejumlah titik di Surabaya sempat tergenang akibat hujan deras. Di kawasan Simo, tercatat adanya kerusakan pada tembok penahan akibat kuatnya aliran air. Meski demikian, sejumlah wilayah mulai menunjukkan perbaikan kondisi. Genangan di Simo Kalangan telah surut pada pukul 07.15 WIB. Sementara itu, kawasan MERR dan Baratajaya juga mengalami penurunan signifikan pada rentang waktu 07.30 hingga 07.45 WIB.

Eri mengatakan, untuk mempercepat penanganan, Pemkot Surabaya mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) serta sekitar 10 kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan perangkat daerah terkait. “Seluruh armada tersebut dan kami telah keliling sejak pukul 02.30 WIB untuk melakukan penyedotan air di titik-titik rawan genangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir juga dipengaruhi oleh sejumlah pekerjaan pembangunan dan normalisasi saluran drainase yang sedang berlangsung di berbagai titik kota. Pekerjaan proyek meliputi pengerukan saluran, pemasangan box culvert, hingga perbaikan rumah pompa di sejumlah lokasi seperti Jalan Ahmad Yani, Tanjungsari, Simo, MERR, Imam Bonjol (rumah pompa Dinoyo), hingga Rungkut.

Pada proses pengerjaan, sebagian saluran ditutup sementara. Oleh sebab itu, aliran air tidak berjalan optimal saat hujan. “Dalam situasi seperti ini, kami dihadapkan pada dua pilihan, menghentikan proyek atau tetap melanjutkan untuk kepentingan jangka panjang. Kami memilih tetap berjalan, sambil memaksimalkan penanganan di lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah melakukan penanganan genangan akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin (22/6) secara optimal. Pada 22 Juni 2026, hingga pukul 09.00 WIB, sejumlah titik di Kota Pahlawan mulai menunjukkan penurunan genangan, meski proses surut masih berlangsung bertahap akibat pengaruh pasang air laut.

Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya Adi Gunita mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi pasang air laut sejak dini hari yang membuat aliran sungai menuju laut terhambat sehingga kinerja rumah pompa belum dapat bekerja maksimal. Fenomena backwater atau aliran balik juga terjadi di sejumlah kawasan seperti Tanjungsari, Tambak Mayor, Greges, hingga Petekan, dengan elevasi air yang sebelumnya hampir mencapai 200 sentimeter dan kini berangsur turun ke kisaran 170-180 sentimeter.

Ia menambahkan, petugas juga melakukan pengecekan saluran drainase untuk memastikan tidak ada sumbatan, serta mengerahkan armada penyedot air bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) ke sejumlah titik terdampak seperti Tanjungsari, Kyai Tambak Deres, Bratang, dan Tambak Mayor.

Hingga siang kemarin, banjir di kawasan Nginden Intan hingga  masih terjadi hingga sebetis orang dewasa. Di Nginden Jaya juga masuk perkampungan, air tak kunjung habis. Lalu di Manyar Pumpungan, genangan tinggal semata kaki orang dewasa.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version