SURABAYAONLINE.CO – PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim menyalurkan kredit produktif senilai Rp350 juta kepada peternak sapi perah di Kabupaten Malang sebagai bagian dari dukungan terhadap digitalisasi sektor pangan dan penguatan akses pembiayaan usaha rakyat.

Penyaluran kredit tersebut dilakukan dalam rangka implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO). Komitmen itu ditunjukkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Koperasi KAN Jabung, Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026).

Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, mengatakan pihaknya tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendukung transformasi digital sektor peternakan rakyat.

“Kami tidak hanya hadir sebagai penyedia modal, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan yang mendukung penuh digitalisasi ekosistem peternakan rakyat agar para pelaku usaha semakin tangguh, mandiri, dan naik kelas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irwan menandatangani kesepakatan strategis sekaligus menyerahkan secara simbolis kredit produktif Rp350 juta kepada salah satu peternak sapi perah anggota Koperasi KAN Jabung.

Langkah kolaboratif antara OJK, ILO, dan perbankan di Jawa Timur tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menilai program tersebut menjadi contoh keberhasilan integrasi digitalisasi dengan pembiayaan sektor riil.

“Ini adalah contoh baik dan best practice yang luar biasa. Bagaimana petani dan peternak bisa mengenal aplikasi digital sekaligus mendapatkan akses perbankan yang lebih mudah untuk kemudian direplikasi di daerah lain,” kata Adhy.

Menurutnya, ekosistem usaha yang terintegrasi akan membantu meningkatkan produktivitas peternak sekaligus memperkuat pengembangan usaha melalui akses permodalan yang lebih mudah, akuntabel, dan transparan.

Sistem ERP yang diterapkan melalui proyek PROMISE 2 IMPACT (Promoting SMEs through Improved Entrepreneurs’ Access to Financial Services) menjadi instrumen penting dalam memperkuat layanan pembiayaan Bank UMKM Jatim. Sistem tersebut mampu mencatat produktivitas susu sapi perah secara digital sehingga menghasilkan data usaha yang valid dan terintegrasi.

Data digital tersebut memudahkan proses penilaian kelayakan kredit atau credit scoring yang selama ini menjadi tantangan dalam pembiayaan sektor perdesaan.

“Kehadiran sistem ERP ini membawa dampak transformatif. Catatan digital produksi harian peternak memberikan basis data yang valid dan transparan sehingga analisa kredit dapat dilakukan lebih cepat, objektif, dan terukur,” jelas Irwan.

Dengan dukungan data yang lebih akurat, Bank UMKM Jatim dapat memperluas akses pembiayaan produktif kepada peternak secara lebih efisien, termasuk bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memenuhi kriteria layanan perbankan.

Saat ini, sebanyak 93 persen portofolio kredit Bank UMKM Jatim merupakan pembiayaan produktif. Perseroan optimistis integrasi sistem ERP dan dukungan modal usaha akan membantu peternak meningkatkan kapasitas produksi, memodernisasi peralatan, serta menjaga stabilitas produksi susu.

Melalui sinergi tersebut, Bank UMKM Jatim berharap kesejahteraan peternak sapi perah di Jawa Timur semakin meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version