SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melaksanakan pelantikan dan pengukuhan pengurus PAN se Jawa Timur. Orang nomor satu di PAN yang akrab disapa Zulhas itu pun bicara tentang Brilliant Leader.
Menurut Zulhas, Briliant Leader adalah pemimpin yang bisa memilih orang. Pemimpin yang bisa memilih sumber daya manusia (SDM) pengurus-pengurus yang tangguh. “Contoh dari briliant leader adalah bisa memilih orang seperti Ning Ema. Beliau dalah kader baru PAN yang hebat, politisi yang tangguh,” kata Zulhas, Minggu (10/5) malam.
Zulhas yang juga menjabat Menko Pangan dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo mengingatkan kepada para kader PAN tentang pentingnya memilih figur yang tepat. Karena itu, bila bisa memilih orang yang tepat, maka logistik akan datang. Demikian pula sebaliknya.
Zulhas pun menegaskan target PAN masuk tiga besar, baik di tingkat nasional mau pun Jawa Timur. Ia mendorong kader PAN siap tarung dalam kontestasi pemilu 2029 mendatang.
“Kader PAN harus siap bertarung, siap memenangkan pertandingan. Target kita dalam pemilu 2029 adalah tiga besar. Semua kader dan pengurus yang baru dilantik ini harus siap,” tegas Zulhas.
Sosok Ema Umiyyatul Chusnah atau biasa disapa Ning Ema adalah politikus perempuan yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia adalah putri Ketua DPW PPP Jawa Timur Mundjidah Wahab, sekaligus cucu KH. Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Selain Ketua DPC PPP Jombang, Ning Ema adalah petahana anggota DPR. Pada pemilu 2024 sejatinya Ning Ema lolos ke Senayan. Namun ia gagal dilantik, karena PPP tidak lolos parliamentary treshold atau ambang batas parlemen. “Bismillah, Insya Allah saya siap,” tutur Ning Ema singkat, saat ditanya keputusannya bergabung dengan PAN. (*)


