SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Pelaku spesialis pembobolan rumah kosong lintas provinsi yang dilakukan siang hari, berhasil digulung Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Setidaknya empat dari tujuh tersangka berhasil ditangkap di lokasi Sidoarjo dan Purwokerto, Jawa Tengah.
Empat tersangka yang berhasil ditangkap antara lain DJ alias Dhowe (48) warga Kelurahan Celep Kecamatan Sidoarjo, GTP alias Hoget warga Sidoarjo, MS alias Sapta (30) warga Kecamatan Tambaksari, Surabaya dan SWD alias Wardo (54) warga Kelurahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam melakukan aksi pembobolan rumah telah dilakukan sebanyak 13 kali, mulai wilayah Bali, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Hingga keempatnya berhasil ditangkap secara terpisah. Dua pelaku ditangkap di Purwokerto dan dua pelaku yang lain ditangkap di Sidoarjo.
Selama jumpa pers yang dilaksanakan pada Selasa (5/5), Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abbas didampingi Wadirreskrimum Polda Jatim AKBP M.Umar dan Kanit III AKP Fauzi menjelaskan, kelompok pembobolan rumah kosong berjumlah tujuh orang.
“Empat pelaku berhasil ditangkap subdit Jatanras Polda Jatim, dua pelaku lainnya tertangkap Polres Sidoarjo dan satu pelaku masih menjadi DPO. Dari tangkapan yang dilakukan juga berhasil mengamankan barang bukti hasil curian,” Selasa (5/5).
Keberhasilan kelompok dalam melakukan aksi pembobolan rumah kosong tersebut dengan menyasar rumah yang telah diyakini tidak ada penghuninya. Hal itu diungkapkan Wadirreskrimum AKBP M. Umar.
“Para kelompok ini mencari rumah-rumah yang lampu teras rumah menyala pada siang hari. Juga pagar rumah yang terkunci gembok dari luar. Namun, meski sudah mengetahui situasi rumah yang diduga kosong, para pelaku ini memastikan dengan cara mencari info di sekitaran bahwa rumah yang menjadi target pembobolan dipastikan tidak berpenghuni,” ujarnya.
Setelah memastikan rumah target pembobolan tidak berpenghuni, kemudian kelompok pembobolan masuk dengan memanjat pagar atau tembok. “Jadi cara aksi pelaku ini masuk ke rumah korban dengan masuk dari sisi belakang rumah lalu membobol pintu belakang. Beberapa harta berharga yang dicuri diutamakan ukuran kecil tapi berharga, antara lain perhiasan dan uang,” tambah Umar.
Dari keberhasilan penangkapan empay pelaku, Unit III Subdit Jatanras juga mengamankan barang hasil pembobolan di antaranya srpeda motor Yamaha R15, emas batangan 27 gram dan 48 gram, satu buah jam tangan merek Fosil, satu buah jam tangan merek Rolex, dan satu buah jam tangan merk Jinshengsi.
Para pelaku mengaku setidaknya sudah 13 TKP pembobolan yang telah dilakukan. Di antarannya di daerah Legundi, Gresik, Candi, Sidoarjo (sebanyak 3 kali), Porong, Sidoarjo, Pandaan, Pasuruan, Tulangan, Sidoarjo, Madiun, Nganjuk (sebanyak 2 kali), Malang (sebanyak 2 kali), dan Ngawi.
Selain di wilayah Jawa Timur, pelaku juga melakukan pencurian dengan pemberatan di wilayah Jawa Tengah sebanyak 3 TKP, di antrannya di daerah Solo, Sragen, dan Surakarta.(*)


