SURABAYAONLINE.CO – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK) terus memperluas jangkauan pelatihan dan sertifikasi Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK). Kali ini, program tersebut menyasar guru Sekolah Luar Biasa (SLB) guna memperkuat pendidikan vokasi inklusif di Jawa Timur. Sebelumnya, pelatihan hanya difokuskan bagi siswa dan guru SMK serta SMA Double Track.

Sebanyak 45 guru SLB mengikuti pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK dengan tiga bidang kompetensi utama, yakni tata busana, tata boga, dan tata kecantikan. Selain itu, 15 guru SMK juga mengikuti pelatihan dan sertifikasi pada bidang Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) yang berlangsung pada 15–22 April 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pelibatan guru SLB merupakan langkah strategis dalam membekali siswa berkebutuhan khusus dengan keterampilan vokasi. Menurutnya, siswa SLB memiliki potensi besar untuk mandiri dan berwirausaha meskipun memiliki keterbatasan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menghubungkan guru SLB dengan ekosistem vokasi di PTKK, mulai dari fasilitas, bidang kompetensi, hingga trainer profesional, sehingga mereka mampu mendampingi siswa hingga siap kerja atau berwirausaha,” ujar Aries, Selasa (21/4/2026).

Ia juga mendorong kolaborasi lintas unit di lingkungan Dinas Pendidikan Jatim agar pengembangan kompetensi berjalan optimal. UPT PTKK diharapkan terus berinovasi dan menjadi solusi bagi sekolah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana praktik.

Selain itu, program ini turut memperkuat implementasi SMA Double Track. Melalui dukungan fasilitas PTKK dan program Millennial Job Center (MJC), siswa dapat memperoleh pengalaman praktik di berbagai bidang, seperti desain komunikasi visual, fotografi, tata boga, tata kecantikan, hingga tata busana.

“Ini menjadi bekal penting bagi siswa, khususnya yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, agar memiliki kompetensi dan daya saing di dunia kerja,” imbuhnya.

Selama ini, UPT PTKK juga telah menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam mendukung program SMA Double Track dan PROTEG (Program Terapan Ekonomi Guru) bagi guru honorer. Program PROTEG memungkinkan guru memanfaatkan fasilitas praktik untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

“Nantinya, masyarakat akan melihat bahwa UPT PTKK tidak hanya sekadar gedung dan fasilitas, tetapi juga pusat kolaborasi yang berkontribusi signifikan dalam pengembangan kompetensi vokasi di Jawa Timur,” tegas Aries.

Sementara itu, Nugroho, Guru Keterampilan Tata Boga dari SLB Negeri Sumbang Bojonegoro, mengaku pelatihan tersebut sangat membantu meningkatkan kapasitasnya. Selama ini ia mengajar secara otodidak dan belum pernah mengikuti pelatihan serupa. Dalam pelatihan selama tujuh hari, Nugroho mendapatkan pembelajaran intensif di bidang pastry dan bakery.

Program pelatihan vokasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan inklusif sekaligus memperkuat kesiapan kerja dan kemandirian siswa SLB di Jawa Timur.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version