SURABAYAONLINE.CO, Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kepala pelaksana (kalaksa) BPBD seluruh kabupaten-kota untuk siap siaga menghadapi potensi musim kemarau ekstrem. Hal ini dikaitkan dengan fenomena El Nino.
Ia pun menekankan bahwa mitigasi harus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi, dengan melibatkan seluruh pemerintah daerah guna menjaga stabilitas sektor pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur.
“Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan. Pompa pompa air dalam akan disiapkan menghadapi musim kemarau oleh Dinas PU Jatim kepada daerah- daerah yang sudah dipetakan terjadinya musim kemarau, sehingga Indeks Pertanaman (IP) tetap di angka 2,7. Kita harus melakukan kewaspadaan berganda,” tegas Khofifah.
Hal ini diungkapkan Khofifah saat meresmikan Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olahraga BPBD Provinsi Jawa Timur di Kantor BPBD Jatim, Sidoarjo, Kamis (9/4). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti kedua bangunan sebagai simbol beroperasinya fasilitas baru. Kedua gedung diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan BPBD dalam penanggulangan bencana di Jawa Timur.
Gedung Gerha Majapahit yang memiliki luas 19 x 24 meter persegi difungsikan sebagai pusat pengelolaan logistik dan peralatan kebencanaan. Sementara itu, Gedung Olahraga BPBD dengan luas 26 x 14,5 meter persegi dibangun untuk mendukung kegiatan fisik, pelatihan, serta peningkatan kebugaran personel.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kehadiran kedua fasilitas tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola logistik kebencanaan yang lebih tertib, berkualitas, dan akuntabel.
Ia secara khusus menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen logistik berbasis digital dengan metode First In, First Out (FIFO) atau barang masuk pertama harus keluar pertama. Sistem ini dinilai krusial dalam memastikan efektivitas distribusi serta menjaga kualitas logistik, terutama untuk barang-barang yang memiliki masa kedaluwarsa “Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta FIFO Sistem yang optimal,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan bahwa pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola logistik, operasional, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kebencanaan.
Gedung Gerha Majapahit diharapkan menjadi pusat logistik yang representatif dalam mendukung penyimpanan, pemeliharaan, hingga distribusi bantuan dan peralatan kebencanaan. Dengan fasilitas yang lebih memadai, kesiapsiagaan serta kecepatan respons dalam situasi darurat diharapkan semakin meningkat.
Adapun Gedung Olahraga BPBD Jatim akan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembinaan fisik dan pelatihan personel, sehingga mampu meningkatkan ketangguhan serta kesiapan aparatur dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.(*)


