SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan Liquified Petroleum Gas (LPG) dan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini sekaligus mengimbau agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan distribusi energi berjalan lancar, tepat sasaran, serta terhindar dari praktik spekulasi.
“Berdasarkan pemantauan kami bersama pihak terkait, stok LPG di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying. Gunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan,” ujar Khofifah, Selasa (7/4).
Menurut Khofifah, stabilitas pasokan LPG dan BBM menjadi prioritas perhatian Pemprov Jatim dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat. Khususnya rumah tangga, UMKM, petani, hingga nelayan sebagai pengguna utama energi subsidi.
Oleh karena itu, pengawasan distribusi terus diperketat untuk memastikan penyaluran tetap merata, tepat sasaran, serta mencegah adanya penimbunan maupun permainan harga oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Pemprov Jatim terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten-kota, DPD V Hiswana Migas Jatimbalinus, PT. Pertamina Patra Niaga jatimbalinus (agen,pangkalan merupakan binaan Pertamina), TNI-Polri (Satgas Pangan) guna memastikan distribusi berjalan lancar tanpa kendala.
Sebagai bentuk penguatan tata kelola distribusi, Pemprov Jatim telah menerbitkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025 tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Liquified Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 pada Maret 2025.
Melalui keputusan tersebut, dibentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian LPG tabung 3 kilogram tingkat provinsi yang memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi LPG berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Keputusan gubernur untuk tahun ini juga sedang dalam proses pembaruan di Biro Hukum dan dikoordinasikan Biro Perekonomian. Tim ini menjadi garda terdepan dalam memastikan distribusi LPG berjalan efektif dan akuntabel,” jelas Khofifah.
Sebelumnya, Khofifah menyebut memangu sempat terjadi laporan masyarakat kesulitan mendapatkan LPG tabung 3 kg di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Namun demikian, kondisi tersebut dipastikan bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan adanya kendala dalam kelancaran distribusi di lapangan yang kini telah tertangani dengan baik.
Menyikapi hal tersebut, langkah cepat langsung dilakukan dengan penyaluran extra dropping. Secara keseluruhan, total extra dropping LPG 3 kg di Kabupaten Banyuwangi selama periode Maret 2026 mencapai 103.600 tabung atau sekitar 163 persen dari penyaluran reguler.
Selain Banyuwangi, Gubernur Khofifah juga menerima laporan isu kelangkaan LPG pada Desa Tulung Rejo Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 16 Maret 2026. Terkait hal tersebut, Gubernur Khofifah menjelaskan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti agen LPG PSO Kabupaten Bojonegoro, pemkab dan Polres Bononegoro untuk melakukan monitoring stok di lapangan.(*)


