SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Aksi nekat FA berakhir di tangan warga Jalan Platuk, Rabu (1/4) sore. Pria 32 tahun asal Wonokusumo itu tepergok menjambret kalung emas milik seorang ibu rumah tangga berinisial FJF. Alih-alih berhasil melarikan diri, pelarian pelaku justru terhenti karena terjebak kemacetan akibat antrean warga yang sedang membeli telur di sebuah agen sembako di kawasan tersebut.
Kejadian bermula saat korban sedang berboncengan motor bersama suami dan anaknya. Pelaku yang mengendarai Honda PCX telah membuntuti korban. Saat korban hendak menyeberang di depan rumahnya, FA dengan cepat menarik kalung emas seberat 3 gram dan langsung tancap gas ke arah utara. Reflek, korban berteriak “Jambret” yang memancing perhatian warga sekitar.
”Kondisi Jalan Platuk waktu itu padat, pelaku tidak bisa melarikan diri karena macet total akibat antrean di agen telur. Warga yang mendengar teriakan korban langsung mengepung pelaku,” ujar Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus, Kamis (2/4/).
Dia membenarkan, pelaku sempat jadi sasaran amukan warga sekitar. Petugas yang sedang patroli lantas meredam amarah warga dan mengamankan FA yang saat itu masih menggenggam kalung emas milik korban. Pelaku alami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan medis di puskesmas sebelum dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Kenjeran.
Kepada penyidik, FA mengaku nekat menjambret karena terdesak kebutuhan sehari-hari dan baru pertama kali beraksi. Selain kalung emas, polisi juga menyita motor sarana yang digunakan pelaku. ”Motor pelaku tidak hilang, jadi sudah kami amankan santai barang bukti,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut Lutfi, warga Jalan Platuk mengaku amarah warga sempat diluapkan di depan stan permak jeans miliknya. Pelaku beraksi seorang diri dan tertangkap saat hendak mengarah ke barat atau menuju kantor kelurahan Sidotopo Wetan. ”Babak belur, ya bagaimana kondisi jalan lagi ramai. Ada orang antre beli telur juga, ya jadi amukan warga,” ungkapnya.
Dia menyebut, pelaku sempat berlari ke arah timur. Tapi pelariannya gagal karena gang yang dituju buntu. Namun, penderitaan pelaku berakhir setelah petugas kepolisian tiba di lokasi. ”Untung polisinya datang di waktu yang tepat, kalau tidak beda cerita,” jelasnya.(*)


