SURABAYAONLINE.CO – Di tengah ketatnya persaingan industri perbankan nasional, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. atau Bank Jatim berhasil menutup tahun 2025 dengan performa solid. Perseroan mencatatkan pertumbuhan aset, kredit, hingga laba bersih yang signifikan sepanjang tahun lalu.

Hal tersebut terungkap dalam Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025 yang digelar Senin (30/3/2026) di Hotel Discovery SCBD Jakarta.

Acara analyst meeting tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Wakil Direktur Utama R. Arief Wicaksono, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services RM Wahyukusumo Wisnubroto, serta Direktur Bisnis, Mikro Retail & Usaha Syariah Tonny Prasetyo.

Menurut Winardi, sepanjang 2025 manajemen menerapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas bisnis dan keuangan. Di antaranya memperbesar rasio dana murah, menerbitkan obligasi guna memperkuat portofolio stable fund, hingga menyalurkan kredit secara lebih selektif pada sektor-sektor prospektif.

“Selain itu, kami memperdalam penetrasi kredit konsumer, melakukan efisiensi untuk menjaga pendapatan dan beban, serta meningkatkan transaksi digital agar pendapatan non-bunga terus tumbuh,” ujar Winardi.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Hingga akhir 2025, nilai aset Bank Jatim secara bank only mencapai Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan aset ditopang oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp67,2 triliun atau naik 4,98 persen YoY. Dana pihak ketiga juga meningkat 1,43 persen YoY.

Tak hanya itu, Bank Jatim sukses membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun. Angka tersebut meningkat 20,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari total kredit Rp67,24 triliun, kredit konsumer menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp36,54 triliun atau tumbuh 6,20 persen YoY. Sementara kredit produktif tercatat sebesar Rp30,7 triliun atau naik 3,55 persen YoY.

Winardi menjelaskan, sepanjang 2025 fokus utama manajemen adalah memperkuat dana murah melalui pendekatan transaction banking dan pengembangan bisnis berbasis ekosistem.

Hasilnya, dana giro Bank Jatim tumbuh hingga 12,5 persen YoY menjadi Rp21,4 triliun. Di sisi lain, jumlah nasabah dana pihak ketiga juga meningkat 5,64 persen YoY menjadi 10.915.749 nasabah.

“Fokus ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah dana sekaligus memperluas basis nasabah,” kata Winardi.

Secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim sepanjang 2025 juga menunjukkan lonjakan signifikan.

Total aset konsolidasi meningkat 42,93 persen, dari Rp118,142 triliun pada 2024 menjadi Rp168,855 triliun pada 2025.

Penyaluran kredit melonjak 46,65 persen, dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,503 triliun. Sementara laba bersih konsolidasi naik 24,80 persen dari Rp1,296 triliun menjadi Rp1,617 triliun.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan fundamental bisnis yang kuat sekaligus efektivitas strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Untuk menjaga kualitas aset, Bank Jatim juga melakukan berbagai langkah penanganan kredit bermasalah. Salah satunya melalui mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan recovery rate 18,6 persen atau setara Rp192 miliar.

Selain itu, Bank Jatim telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp4,17 triliun bagi debitur yang mengalami penurunan kualitas pembayaran.

Perseroan juga memberikan insentif penagihan, keringanan bunga dan denda, hingga fleksibilitas penyelesaian agunan agar kredit bermasalah dapat segera diselesaikan.

“Monitoring dan controlling dilakukan secara rutin, baik mingguan, dua mingguan, maupun bulanan, dan dipimpin langsung oleh direksi,” ujar Winardi.

Dalam pemaparannya, Winardi juga mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 Bank Jatim telah resmi menjadi induk dari lima bank pembangunan daerah.

Kelima bank tersebut adalah Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.

“Pada 2026, kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis, keuangan, dan aspek pendukung lainnya,” tuturnya.

Di sisi digital, layanan JConnect milik Bank Jatim juga mencatatkan pertumbuhan yang impresif sepanjang 2025.

Pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 user atau naik 22,40 persen YoY. Nilai transaksinya tercatat sebesar Rp65,77 triliun, meningkat 29,55 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah pengguna JConnect IB Corporate mencapai 11.199 user atau tumbuh 14,79 persen YoY, dengan total transaksi sebesar Rp23,36 triliun.

Adapun pengguna QRIS Bank Jatim telah mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi Rp3,94 triliun, atau tumbuh 47,25 persen YoY.
Untuk memperluas layanan di daerah yang memiliki potensi bisnis besar, Bank Jatim juga mengandalkan program AGEN JATIM. Hingga akhir 2025, jumlah agen yang dimiliki perseroan telah mencapai 14.842 agen.

“Transformasi melalui lima pilar utama akan terus kami lanjutkan untuk mendukung visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia,” tegas Winardi.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version