SURABAYAONLNE.CO, Surabaya – Bank Mandiri mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi nasional. Terutama selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/ 2026 M.
Melalui penguatan ekosistem layanan yang terintegrasi, Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 menyiapkan uang tunai senilai Rp 3 triliun untuk pengisian ATM atau Cash Recycle Machine (CRM) pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026. Alokasi tersebut meningkat Rp 200 miliar secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,8 triliun. Hal ini seiring dengan proyeksi kenaikan kebutuhan transaksi masyarakat selama bulan suci hingga puncak arus mudik dan Idul Fitri.
Regional CEO Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 M. Ashidiq Iswara mengatakan, langkah ini melalui perencanaan likuiditas yang prudent dan berbasis proyeksi transaksi. serta diperkuat optimalisasi infrastruktur distribusi dan teknologi. Menurutnya, pendekatan berbasis ekosistem tersebut memastikan kecukupan likuiditas dan stabilitas layanan. Sekaligus menghadirkan keunggulan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, sejalan dengan semangat Bank Mandiri Melayani Sepenuh Hati.
“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar M. Ashidiq Iswara dalam keterangan resminya, Selasa (17/3).
Dalam rangka mendukung kelancaran distribusi uang layak edar selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/ 2026 M, Bank Mandiri berpartisipasi aktif dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia. Program ini memberikan layanan penukaran uang Rupiah baru dan layak edar dengan mekanisme pemesanan digital di aplikasi Pintar BI serta kas keliling dan titik penukaran bersama perbankan di berbagai wilayah.
“Partisipasi ini menjadi bagian dari sinergi yang terintegrasi antara industri perbankan dan otoritas moneter untuk memastikan proses penukaran berlangsung tertib, aman, dan mendukung stabilitas sistem pembayaran di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat menjelang Idul Fitri,” jelas M. Ashidiq Iswara.
Selain kesiapan uang tunai dan likuiditas transaksi antarbank, Bank Mandiri memastikan seluruh channel layanan elektronik beroperasi optimal selama periode libur Lebaran. Bank berkode emiten BMRI ini mengoperasikan 13 ribu unit ATM atau CRM serta 288 ribu mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia guna mendukung kelancaran transaksi nasabah sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran nasional.
Ia menambahkan, nasabah juga dapat mengoptimalkan berbagai kebutuhan transaksi perbankan maupun gaya hidup melalui Livin’ by Mandiri yang kini telah dimanfaatkan oleh 37,9 juta pengguna terdaftar. Melalui layanan digital ini, masyarakat bisa memenuhi berbagai kebutuhan seperti cek saldo, transfer, pembayaran tagihan bulanan dan e-commerce, top up e-money maupun e-wallet, serta pembayaran dengan QRIS.
Bahkan, nasabah juga dapat melakukan pemesanan tiket kereta, pesawat, hingga tempat wisata melalui fitur Sukha pada super app ini. “Dengan fitur top up Mandiri e-money pada Livin’ by Mandiri, nasabah yang melakukan perjalanan lewat tol akan sangat dimudahkan karena top up dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja,” imbuhnya.
Sementara itu, bagi masyarakat yang belum memiliki kartu Mandiri e-money, Bank Mandiri menyiapkan stok kartu yang tersedia di cabang, fitur Sukha di Livin’ by Mandiri, jaringan ritel seperti Indomaret dan Alfamart, outlet resmi Bank Mandiri di berbagai platform e-commerce, serta vending machine di sejumlah titik transportasi dan stasiun. Ketersediaan kartu ini diharapkan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dari sisi ekosistem usaha, Livin’ Merchant telah dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Sementara Kopra by Mandiri digunakan pengguna dari segmen pebisnis untuk mendukung pengelolaan transaksi dan cash management secara terintegrasi.
Bank Mandiri juga memastikan kesiapan jaringan teknologi informasi secara optimal dengan membentuk tim monitoring IT yang siaga 24 jam guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada seluruh channel pembayaran elektronik.(*)


