SURABAYAONLINE.CO – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), resmi mencatat penjualan emas perdana dari Tambang Emas Pani. Momentum ini menandai langkah strategis Perseroan memasuki fase produksi komersial sekaligus memperkuat posisi di industri pertambangan emas nasional.
Melalui anak usahanya PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), Perseroan menjual sebanyak 16,0597 kilogram atau 516,287 ounces emas kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM). Transaksi ini merupakan bagian dari Gold Sales and Purchase Agreement (GSPA) yang bertujuan mendukung penyerapan produksi emas domestik dan memperkuat integrasi rantai pasok emas nasional.
Seiring dimulainya produksi, Perseroan melaporkan lonjakan signifikan pada basis cadangan emas konsolidasi. Berdasarkan estimasi terbaru per 31 Desember 2025, total Ore Reserves mencapai 203,1 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 0,79 g/t emas, setara dengan sekitar 5,2 juta ounces emas.
Capaian ini meningkat dibandingkan laporan Oktober 2025 yang mencatat 190,3 juta ton bijih (4,8 juta ounces emas) serta jauh di atas posisi akhir 2024 sebesar 77,5 juta ton (1,9 juta ounces emas).
Ore Reserves merupakan bagian dari Mineral Resources yang telah melalui kajian teknis dan ekonomi sehingga dinilai layak untuk ditambang. Peningkatan ini didorong oleh keberhasilan program eksplorasi lanjutan serta pemutakhiran model geologi dan perencanaan tambang sepanjang 2025.
Total Mineral Resources Perseroan per akhir 2025 tercatat sekitar 7 juta ounces emas dan 6,6 juta ounces perak. Penurunan dibandingkan laporan 2024 mencerminkan dimulainya aktivitas penambangan sejak Oktober 2025.
Presiden Direktur Perseroan, Boyke Poerbaya Abidin, menegaskan bahwa penjualan emas perdana ini menjadi tonggak penting bagi kinerja keuangan Perseroan.
“Peningkatan signifikan ore reserves dalam waktu relatif singkat menunjukkan kualitas deposit serta keberhasilan program eksplorasi yang kami jalankan secara berkesinambungan. Kami semakin yakin terhadap potensi jangka panjang Pani sebagai salah satu tambang emas utama di Indonesia,” ujarnya.
Perseroan menargetkan produksi sekitar 100.000–115.000 ounces emas pada 2026, seiring percepatan pengembangan fasilitas pengolahan dan optimalisasi operasi tambang.
Untuk memperluas basis sumber daya, saat ini empat unit diamond drill rigs telah beroperasi di lokasi proyek. Tambahan dua diamond drill rigs serta satu reverse circulation rig dijadwalkan tiba dalam beberapa bulan ke depan, mendukung program pengeboran lebih dari 32.000 meter tahun ini.
Selain fokus pada pengembangan operasional, Perseroan menegaskan komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Langkah ini mencakup pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, serta program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Dengan fondasi cadangan yang semakin kuat, peningkatan kapasitas operasional, serta kemitraan strategis dalam rantai pasok emas domestik, Tambang Emas Pani diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan jangka panjang Grup Merdeka.


