SURABAYAONLINE.CO – Upaya percepatan transisi energi di Indonesia terus diperkuat melalui pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan. Salah satu proyek strategis tersebut adalah PLTS Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung ini dikembangkan oleh PLN Nusantara Power melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan penggunaan energi bersih di Indonesia.

PLTS Terapung Karangkates dirancang memiliki kapasitas 100 MWac atau setara 133 MWp dan dikembangkan melalui entitas proyek PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). Pembangunan ini menjadi salah satu upaya optimalisasi pemanfaatan aset waduk untuk menghasilkan energi ramah lingkungan secara produktif dan berkelanjutan.

Pengembangan proyek ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait transisi energi, rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) milik PT PLN (Persero), serta komitmen Indonesia dalam pengurangan emisi karbon sesuai kesepakatan Paris Agreement.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa proyek tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan di tingkat nasional.

“PLTS Terapung Karangkates menjadi langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan nasional. Proyek ini bukan hanya pembangunan pembangkit, tetapi juga mencerminkan kolaborasi, pemanfaatan optimal aset negara, dan komitmen menghadirkan masa depan energi yang lebih hijau serta efisien,” ujar Ruly.

Dari sisi progres pembangunan, proyek ini telah melewati sejumlah tahapan penting. Setelah menyelesaikan perencanaan dan studi kelayakan pada periode 2021–2022, proyek ini memasuki fase konstruksi yang ditandai dengan pelaksanaan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026.

Sejumlah dokumen utama seperti KKPR PV Plant, AMDAL, serta KKPR SF telah rampung. Sementara itu, beberapa perizinan lanjutan seperti PPKH PV Plant SF, IPSDA, serta sebagian dokumen LUA/RAUA masih dalam proses penyelesaian dengan target rampung pada Maret 2026. Penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di area waduk juga telah diselesaikan pada 31 Januari 2026.

Pada tahap engineering, proses persetujuan desain masih berlangsung. Di sisi pengadaan, material floater untuk kapasitas awal 5 MW telah tiba di lokasi proyek, sementara proses fabrikasi modul panel surya, inverter, serta komponen floater lainnya masih terus berjalan.

Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko, mengatakan proyek ini diharapkan memberi dampak positif bagi sistem ketenagalistrikan nasional sekaligus masyarakat sekitar.

“PLTS Terapung Karangkates diharapkan mampu memberikan nilai tambah signifikan, baik dari sisi energi maupun sosial ekonomi. Pembangkit ini berpotensi melistriki sekitar 100.000 rumah tangga dan menekan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun,” ungkap Ndaru.

Selain menyediakan listrik bersih, proyek ini juga diperkirakan membuka sekitar 600 lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, serta meningkatkan potensi investasi dan wisata di wilayah Kabupaten Malang.

Area waduk yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan PLTS terapung ini mencapai sekitar 71 hektare, atau sekitar 5,3 persen dari total luas Waduk Karangkates.

Melalui proyek PLTS Terapung Karangkates, PLN Nusantara Power menegaskan perannya dalam menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target kemandirian energi nasional serta pengurangan emisi karbon di Indonesia.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version