SURABAYAONLINE.CO, Sidoarjo – Sekitar 80 relawan mendapatkan pelatihan singkat mengenai survival skills. Kegiatan yang termasuk dalam Arisan Ilmu Nol Rupiah (AINR) Edisi 65 ini digelar di Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Sabtu (28/2).
Para relawan dari berbagai organisasi mitra Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur ini mendapatkan materi wawasan survival dan praktik menggunakan tinder. Tinder atau bahan penyala adalah material kering, halus, dan sangat mudah terbakar yang digunakan sebagai langkah pertama untuk memicu api.
“Survival itu adalah bagaimana bisa bertahan hidup saat kondisi darurat. Mulai dari membuat api, mencari sumber air, dan sebagainya. Tujuannya untuk bertahan hidup,” kata Pakde Wan, panggilan akrab Rachmad Subekti Kimiawan.
Sedangkan Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, perubahan iklim harus diwaspadai. “Perubahan ini merupakan akibat dari perbuatan kita sendiri. Ini juga kesalahan kita. Oleh karena itu, kita perlu penguatan kapasitas. Alhamdulillah teman-teman SRPB Jawa Timur dengan Arisan Ilmu Nol Rupiahnya sudah berjalan bertahun-tahun berupaya meningkatkan kapasitas relawan,” jelasnya.
Para peserta juga mendapatkan pengetahuan soal penggunaan tinder kit. Mereka diajari bagaimana menyalakan api dengan berbagai bahan penyala saat kondisi darurat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Rumah Zakat dan Nurul Hayat.(*)


