SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menggelar rapat kesiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2).
Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan, Forkopimda Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Afianto, Pangkoarmada II, Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono, Dirlantas Polda Jatim, OPD Pemprov Jatim, serta para kepala UPT Dishub.
Khofifah menegaskan, koordinasi dilakukan secara detail untuk memastikan seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, kereta api hingga jalan tol dapat berjalan aman, lancar, dan selamat.
“Pemprov Jatim hadir full team bersama forkopimda. Kita membangun sinergi semaksimal mungkin agar penyelenggaraan angkutan Lebaran bisa berjalan aman, lancar, dan membahagiakan semuanya,” ujar Khofifah.
Ia juga mengingatkan adanya momentum Hari Raya Nyepi pada 19 Maret yang berdekatan dengan arus mudik Lebaran. Pergerakan masyarakat dari dan menuju Bali menjadi salah satu perhatian utama dalam pengaturan lalu lintas dan transportasi. “Kita harus mengantisipasi pergerakan saudara-saudara kita yang mudik dari Bali maupun yang akan berwisata ke Bali. Semua titik harus diantisipasi,” tegasnya.
Sementara itu, Menhub Dudy Purwagandhi mengapresiasi kesiapan Pemprov Jatim dalam menghadapi lonjakan pemudik tahun ini. Menurutnya, persiapan yang dilakukan sudah sangat baik dan tinggal memastikan kesiapan operasional di lapangan.
“Kami menetapkan posko angkutan Lebaran berlaku mulai 13-29 Maret 2026. Harapan kami, seluruh persiapan yang telah dilakukan Provinsi Jawa Timur dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono melaporkan bahwa berdasarkan survei potensi pergerakan masyarakat, terjadi tren peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, sejumlah skema pengaturan telah disiapkan.
Pertama, manajemen rekayasa lalu lintas dengan pemetaan titik rawan kemacetan di jalur arteri dan akses wisata, berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Jatim. Selain itu, disiapkan buffer zone di wilayah penyeberangan Ketapang untuk mengantisipasi antrean kendaraan menuju Bali.
Kedua, kesiapan armada. Seluruh moda transportasi, baik bus AKDP maupun AKAP, telah menjalani ramp check atau inspeksi keselamatan guna memastikan kelaikan jalan dan keselamatan penumpang.
Ketiga, perhatian khusus pada momentum Nyepi yang berdekatan dengan arus mudik Lebaran. Koordinasi dengan pihak ASDP diperkuat untuk mencegah penumpukan di pelabuhan.
Terakhir, Dishub Jatim juga menyiagakan posko-posko terpadu di sejumlah titik strategis guna memberikan pelayanan informasi dan pengamanan bagi para pemudik.(*)


