SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Mayapada Hospital Surabaya bertekad untuk menjadi pusat layanan dan rujukan jantung untuk Surabaya dan Indonesia bagian Timur. Bahkan, layanan jantung di rumah sakit ini jadi fondasi layanan jaringan Mayapada Healthcare.

Hal ini diungkapkan Direktur Mayapada Hospital Surabaya dr Bona Fernando di-sela-sela Grand Launching Heart & Vascular Center Mayapada Hospital Surabaya, Jumat (13/2). “Jadi pasien bukan hanya sekadar mendapatkan layanan saja tapi lebih komprehensif. Oleh karena itu, yang datang ke sini tidak hanya dari Surabaya tapi dari Indonesia Timur juga,” ungkap Bona Fernando.

Menurutnya, Mayapada Hospital Surabaya berupaya agar masyarakat Surabaya,  Jawa Timur, maupun  Indonesia Timur kalau ada keluhan mengenai jantung tidak pusing lagi. “Karena di rumah sakit ini kami semua sudah terintegrasi dan ada di sini. Jadi mereka nggak perlu ke rumah-rumah sakit di beberapa tempat atau ke luar negeri. Cukup satu tempat semua ada,” katanya.

Salah satu pelayanan yang menjadi unggulan adalah dokter spesialisnya yang jaga di rumah sakit selama 24 jam.  Dengan pelayanan jantung 24 jam sehari, 7 hari seminggu atau (24/7), dokter selalu ada di rumah sakit dan pasien tidak perlu menunggu-nunggu kehadiran dokter.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Mayapada Healthcare Hendy Widjadja mengatakan, Heart & Vascular Center merupakan komitmen Mayapada Healthcare dalam pengembangan layanan yang berkelanjutan. Baik dari SDM, teknologi, investasi, dan sebagainya. “Heart & Vascular Center di Mayapada Hospital Surabaya ini yang pertama di jajaran jaringan Mayapada Healthcare. Ini juga merupakan strategi penguatan layanan jantung dalam jaringan Mayapada Healthcare,” jelasnya.

Sedangkan Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular di Mayapada Hospital Surabaya,  dr. Yan Efrata Sembiring mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan suatu layanan yang berbeda. “Kami mengamati apa sih yang dimaui masyarakat.  Ternyata mereka inginnya adalah pelayanan yang komprehensif. Mereka butuh dokter yang selalu ada. Selama ini keluhaan masyarakat adalah dokternya nggak ada atau tidak tentu kunjungannya,” jelas dokter ini.

Dokter Yan Efrata Sembiring juga memberikan pandangan terkait kasus penyakit jantung terkini. Menurutnya, rata-rata pasien saat ini berusia lebih muda. Lain halnya dengan beberapa dekade lalu. “Ada pasien saya yang berusia 24 tahun. Rata-rata perubahan usia pasien ini disebabkan oleh gaya hidup. Oleh karena itu, perlu edukasi gejala awal penyakit ini agar perlu diwaspadai,” pungkasnya.(*)

 

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version