SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso melantik pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwartir Daerah (Kwarda), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025-2030 di Gedung Negara Grahadi, Rabu (11/2).
Dalam sambutannya, Budi Waseso menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan semangat pengabdian dalam mewujudkan kejayaan Gerakan Pramuka di Jawa Timur. Menurutnya, Pramuka harus menjadi Kawah Candradimuka yang melahirkan generasi tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis.
“Di pundak kakak-kakak sekalian tersemat harapan besar untuk menjadikan Gerakan Pramuka. Bukan hanya sebagai wadah pembinaan, tetapi juga sebagai tempat lahirnya generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku ketua Mabida Gerakan Pramuka Jatim, serta kepada Ketua Kwarda Jatim Muhammad Arum Sabil beserta jajaran pengurus yang baru dilantik.
Budi Waseso juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kwarda Jatim atas respons cepat dalam membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh. Ia menyebut langkah tersebut sebagai wujud nyata pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam aksi kemanusiaan.
Ke depan, ia menegaskan Gerakan Pramuka harus mampu menjadi solusi konkret bagi persoalan bangsa. Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Pramuka diarahkan untuk berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.
“Kita harus mendorong gugus depan di sekolah-sekolah memiliki lahan pangan terintegrasi. Di sana adik-adik belajar bukan hanya teori, tetapi praktik kemandirian dalam memproduksi pangan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Mabida Gerakan Pramuka Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan kebanggaannya atas semangat yang ditunjukkan jajaran pengurus baru. Ia menilai Jawa Timur memiliki potensi besar karena jumlah anggota Pramuka yang termasuk terbesar di Indonesia.
Menurut Emil, Pramuka harus tetap relevan di era digital. Kurikulum dan pola pembinaan perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Dasadarma. “Pramuka harus menjadi pelopor inovasi, kewirausahaan sosial, serta penjaga lingkungan. Di Jawa Timur yang merupakan lumbung pangan nasional, program swasembada pangan sangat relevan,” katanya.
Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil, dalam sambutannya menyatakan, komitmen untuk menjadikan Gerakan Pramuka Jatim sebagai organisasi yang produktif dan solutif. “Pramuka tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari solusi persoalan bangsa, terutama di sektor ketahanan pangan dan lingkungan hidup,” ujarnya.(*)


