SURABAYAONLINE.CO, Mojokerto – Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menyasar SMKN 1 Jatirejo. Sekolah yang berada di Jalan Sumengko, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto ini mendapat pelatihan dari Fasilitator Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur selama dua hari, Selasa dan Rabu, 10-11 Januari 2026.
Kepala SMKN 1 Jatirejo Muharto mengungkapkan bahwa pihaknya membutuhkan wawasan ilmu kebencanaan. “Mereka inilah yang nantinya jadi ujung tombak mitigasi bencana,” katanya saat pembukaan SPAB di sekolahnya, Selasa, 10 Januari 2026.
Menurut Muharto, tidak semua sekolah menjadi sasaran SPAB. “Kami bersyukur sekolah ini jadi lokasi SPAB. Apalagi, bencana tidak bisa dihindari atau diprediksi, tapi yang kita lakukan adalah mengurangi dampaknya,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, salah satu penyebab bencana adalah sampah, terutama dari plastik. Oleh karena itu, dengan adanya SPAB ia mengajak sekitar 1.500 siswa yang berasal dari berbagai kecamatan untuk siap siaga menghadapi bencana.
Sedangkan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto Parmanto mengungkapkan kondisi kebencanaan di daerahnya. “Hampir semua bencana ada di Mojokerto. Bahkan likuifaksi juga ada. Setidaknya ada sembilan potensi bencana yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Ada beberapa zona merah yang punya tingkat ancaman tinggi,” jelasnya.
Dari data yang ia ungkapkan, kejadian bencana tahun 2025 yang tertinggi adalah cuaca ekstrem, kemudian kebakaran gedung dan permukiman, dan ketiga adalah tanah longsor. “Saya kira sekolah adalah sarana yang efektif untuk mengedukasi kebencanaan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Kegiatan SPAB dibuka oleh anggota DPRD Jawa Timur dari Komisi A Sumardi, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur Deni Kiki Melia Tamara dan Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Mojokerto Eko Heri.
Dalam kegiatan selama dua hari itu, para peserta mendapat pelatihan penyusunan dokumen kajian risiko bencana, pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS), bebat bidai korban luka, pijat jantung, pengenalan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) yang berisi buku-buku kebencanaan, videtron, dan layar TV interaktif.
Sedangkan di hari kedua peserta melakukan simulasi bencana gempa bumi, praktik bebat bidai korban luka, penggunaan tandu lipat dan tradisional, pelatihan memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) maupun tradisional (APAT).
Sebanyak seratus peserta dari siswa, guru, tenaga kependidikan, satpam, dan komite sekolah ikut dalam kegiatan ini. Sedangkan tiga fasilitator SPAB SRPB Jawa Timur yang mendampingi adalah Djoemadi, Rizki Daniarto, dan Yan Aditya Putra. Mereka dibantu dua fasilitator SPAB magang, yakni Sisca Christianingsih dan Bani Bacan Hacanyta Yudanegara.(*)


